My Experience

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pantai LOMBANG ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Masjid Jami' Sumenep ( Masjid Agung )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Taman Adipura ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

SMPN 1 SUMENEP

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pulsating Superman Logo Pointer
Pulsating Superman Logo Pointer

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2009

GEMPITA KEMERDEKAAN


Wahai Sang Persada,....
64 tahun usiamu kini, suasana tak lagi segegap gempita dulu.

Ulang tahunmu kali ini serasa ala kadarnya.
Mungkin karena situasi yang terbelit krisis, atau karena tenggelam oleh hiruk-pikuk perhelatan politik di kancah pasca pilpres,
atau kalah popularitas oleh pasukan anti teror Densus 88 yang senantiasa dihadapkan pada kasus-kasus yang mencederai makna kemerdekaan itu sendiri

Usia 64 tahun.....
Jika diibaratkan seorang manusia, maka ia sudah memasuki fase renta dan merambat jompo.

Di usia seperti ini, seseorang hidup dalam suasana introspeksi, bertindak serba hati-hati dan yang pasti semakin bijak dalam mengambil keputusan.

Namun yang perlu dipersiapkan dan harus diwaspadai dalam usia seperti ini, menurut kodratnya seseorang akan mulai sakit-sakitan dan kondisi tubuh semakin lemah.

Bisa jadi, sakit-sakitan dan kondisi tubuh yang semakin lemah akan menggerogoti sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita seakan tak pernah lepas dari kekhawatiran, bencana alam, penyakit dan teror.

Adalah kearifan yang semestinya menjelma diusia seperti ini, bukan sikap saling tuding dan saling hujat, ataukah memang hanya kerapuhan dan sakit-sakitan yang bisa kita nikmati di saat usia merambat renta ini ?

Memang teramat sulit memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya, manakala kita masih diliputi nurani yang dekil, manakala jiwa yang semakin jalang masih meronta membara tiada tara.

Mari bersama kita rapatkan jamaah, mengetuk pintu nurani agar perahu bangsa ini tak retak dihempas gelombang, agar tubuh renta ini masih kuat menahan berbagai benturan.

Dirgahayu negeriku, Sejahtera Bangsaku.

Minggu, 26 Juli 2009

TAMU TAK DIUNDANG



TERLEBIH DAHULU SAYA MOHON MAAF BUAT SAHABAT SEMUA ATAS KETIDAKNYAMANAN YANG ANDA DAPATKAN BILA BERKUNJUNG KE BLOG INI


UNTUK KALI INI PERLU SAYA SAMPAIKAN BAHWA BARU SAJA SAYA KEMBALI KEDATANGAN TAMU YANG TAK DIUNDANG DAN MEMBERIKAN DUA KOMENTAR YANG TIDAK LAYAK, MUNGKIN ADA DIANTARA SAHABAT YANG SEMPAT MELIHATNYA.... DAN DUA KOMENTAR ITU SUDAH SAYA HAPUS.

DAN KEPADA TAMU TERHORMAT YANG TIDAK PATUT DIHORMATI,........
SAYA SUDAH BISA MENDETEKSI ANDA DENGAN SETTINGAN DARI BLOG INI, SEMOGA ANDA TIDAK MENGULANGI TINDAKAN BODOH INI DI SAHABAT SAYA YANG LAIN.

BUAT SAHABAT-SAHABAT SAYA, MOHON MAAF UNTUK SEMENTARA SEMUA KOMENTAR SAYA MODERASI DAN KOTAK SOUTMIX SAYA HAPUS,........

UNTUK SELANJUTNYA SAYA HARAPKAN BILA ADA YANG BERKOMENTAR DI BLOG SAHABAT DENGAN NAMA SAYA DENGAN MENGGUNAKAN URL SAYA,... TOLONG DIHAPUS SAJA. KARENA MULAI MALAM INI, SAYA AKAN BERKOMENTAR DIPOSTINGAN SAHABAT DENGAN MENGGUNAKAN ACCOUNT GOOGLE SAYA. HAL INI UNTUK MENGANTISIPASI PEMALSUAN URL SAYA DENGAN KOMENTAR YANG TIDAK LAYAK YANG SUDAH TERJADI DI BEBERAPA BLOG SAHABAT........

MOHON SARAN DARI SAHABAT SEMUA. BAGAIMANA SAYA SEHARUSNYA

Senin, 20 Juli 2009

PETUAH SANG AYAH



Entah kenapa hari ini kembali teringat keseharian saya waktu kecil bersama Almarhum Ayah tercinta, mungkin karena hari ini bertepatan dengan tujuh tahun beliau dipanggil oleh Sang Khaliq.

Beliau adalah sosok seorang Ayah yang sekaligus menjadi sahabat yang sangat banyak menanamkan nilai-nilai kehidupan pada pribadi saya yang sampai sekarang ini belum sepenuhnya saya bisa terapkan.

Biasanya pada hari minggu, kami bersama meluangkan waktu untuk pergi ke ladang yang terletak di atas bukit yang tidak jauh dari rumah.

Pada hari itu,.... disaat Ayah lagi sibuk menyiangi tanaman yang batangnya mulai ditumbuhi banyak rumput, aku minta izin untuk manjat jambu air yang ada di pinggir ladang yang kebetulan lagi berbuah lebat, sedang asyik-asyiknya menikmati buah jambu yang kebetulan banyak ranum di pohon, tiba-tiba Ayah berteriak, "Wan !,.... Hati-hati", belum sempat aku menjawab teriakan Ayah, dari bukit sebelah juga terdengar, "Wan !,.... Hati-hati", meskipun dengan sedikit heran saya balas berteriak, " Iya yah,..." kembali dari bukit sebelah terdengar teriakan yang persis sama dengan suara saya.

Ketika turun dari pohon jambu, aku langsung tanyakan hal ini pada Ayah, "yah !..... siapa sih yang tinggal di ladang seberang bukit ? koq sukanya menirukan terikan kita ? Dengan senyum penuh kearifan Ayah menjawab, "Wan,... coba dengarkan baik-baik," Lalu Ayah berteriak keras, "Kamu anak pintar!" Suara di kejauhan menjawab "Kamu anak pintar!", sekali lagi Ayah berteriak,"Kamu anak cerdas!" dan terdengar lagi teriakan yang sama dari bukit sebelah.

Saya hanya bisa terheran-heran dengan perasaan yang tidak mengerti. Lalu Ayah menjelaskan, "Wan !.... suara yang kamu dengar itu bukanlah suara siapa-siapa, tapi itu adalah suara Ayah juga yang terdengar karena pantulan dari bukit sebelah. Pantulan suara itu disebut juga GAUNG atau GEMA".

Sejenak Ayah terdiam sambil menghirup kopi yang dibawa dari rumah, lalu melanjutkan bicaranya, "Wan !, pada dasarnya GEMA itu sama dengan KEHIDUPAN yang kita jalani sekarang ini. Suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa kehidupan ini pada dasarnya akan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan ini adalah sebuah pantulan atau bayangan atas semua tindakan kita. Bila suatu saat kelak kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta dan kasih sayang di dunia, yah..... maka kamu harus menciptakan cinta dan kasih sayang terlebih dahulu dalam hati kamu".

Matahari sudah bersinar agak terik, Ayah mengajak aku segera pulang. Dalam perjalanan, Ayah masih menambahkan penjelasannya. "Wan !,...kamu harus ingat bahwa hidup ini akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya, dan perlu kamu pahami juga hidup ini bukanlah sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dari dirimu, makanya jangan pernah menuntut lebih banyak dari apa yang pernah kamu perbuat".

Kalimat yang terakhir ini, nampaknya sangat berbekas dalam benak saya dan memang maknanya sangat dalam....... terima kasih Ayah................!

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
(Ada Band � Yang Terbaik Bagimu)

 
Pulsating Superman Logo Pointer