My Experience

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pantai LOMBANG ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Masjid Jami' Sumenep ( Masjid Agung )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Taman Adipura ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

SMPN 1 SUMENEP

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pulsating Superman Logo Pointer
Pulsating Superman Logo Pointer

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience
Tampilkan postingan dengan label buminesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buminesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2010

Ekspresi Dagang


Menjadi sie perlengkapan yang menuntut musti berburu barang sering memaksa untuk bertemu dengan para pedagang. Melihat langsung raut muka pedagang. Mendengar keluh kesah ataupun canda tawa mereka. Dan merasakan langsung bagaimana hawa medan tempur nya. Kunikmati ekspresi pedagang ini.

Rasa iba hadir tiap saat melihat seorang pedagang, duduk lesu dan muka cemberut tak bahagia. Seakan ingin berbicara dengan kita lewat hatinya. Aku tak tahu bagaimana nasibku besok? Mampukah aku mendapat nasi untuk ku suap? Mungkinkah pengunjung melirik daganganku hari ini? Kurang lebih kayak gitu yang bisa kubaca dari tatapan tak bergairah mata mereka.

Apakah mereka merasakan juga indahnya pulau Bali? Dan juga apakah mereka bisa seperti aku, misalnya, yang dengan gampang mengeluarkan uang hanya untuk masalah sepele?

Rasa kagum juga ikutan muncul. Ketika melihat pedagang, yang dengan tabah tanpa beban, tertawa lepas bercanda dengan tetangga warung dagangannya. Bersenda gurau seakan hidup mereka hanya terdiri dari dua unsur, bernapas dan bahagia.

Tersentak di pikiran mestinya aku selalu bersyukur dengan apa yang ku punya. Dengan apa yang ku dapat. Banyak yang gag seberuntung aku. Tapi masih mau berjuang. Tak menyerah dengan keadaan. Bukannya sok kritis pada keadaan, melainkan penuh optimis meski situasi udah kronis.

Minggu, 05 September 2010

Pembangunan Infrastruktur Mubazir

gambar dicolong dari SF
Masalah tempat kos baru yang kubahas kemaren, ortu pengen aku ke Rusunawa aja, biar gag ribet lagi katanya. Dan rusunawa salah satu contoh pembangunan infrastruktur mubazir yang akan ku bahas di postingan hari ini selain pembangunan infrastruktur mubazir lainnya. Pertama kita bahas rusunawa dulu.1. Rusunawa
Ato rumah susun warga dan mahasiswa, mulai dibangun pihak rektorat Universitas Udayana (Unud) dua tahun lalu..Selesai dengan cepat di tahun kemaren. Dari awal diresmikan oleh Presiden (jauh sesudah selesai dibangun), dikunjungi oleh anggota DPR; menteri pembangunan dan sejabatnya, RUSUNAWA ini gag segera dibuka.


Ampe akhirnya dindingnya menghijau karena lumut, kaca jendela mulai kotor, dan beberapa lapisan udah rontok, rusunawa tetep belum dibuka. Alasan demi alasan hadir. Ini yang kubilang mubazir. Untuk apa buru-buru diresmikan kalo lama dibuka, kan keburu rusak toh. Kekurang siapan, kelambanan, ato karena apa?


2. Halte DAMRI
Sejak taun lalu, dikiri kanan jalur Denpasar-Bukit Jimbaran lagi ada pembangunan halte, katanya sih halte DAMRI. Tapi sekarang pembangunannya berhenti. Orok halte prematur bergeletak tak beraturan. Yang pasti gag memperindah pemandangan kalo gag boleh dibilang merusak panorama. Kenapa proyeknya setengah-setengah gini?


3. TV Gede Di Simpang Siur
Simpang siur adalah persimpangan di depan Mall Bali Galeria Kuta. Disana ada tipi gede, tipi raksasa lah kalo boleh dibilang. Isinya tentang pengumuman pemerintah gitu. Dan kalo disurvei, aku berani tarohan rangking alexaku turun kalo tayangan di tipi itu gag ada yang baca.


Pertama, tempat gag strategis buat dibaca, kecuali ada yang nekat baca dan mengambil resiko kecelakaan setelahnya. Narohnya di tempat yang susah diliat sih plus kehalang sinar matahari. Pilm yang disiarin pun gag menarik perhatian, konten gag dikemas menarik. Coba pas worlcup kemaren dipake nobar, kan lebih bermanfaat.



4. Jalur Sepeda
Pas di Jakarta bikin Car Free day, topik global worming makin memanas, pemerintah Denpasar dengan tegas mendukung program sepeda sebagai sarana trasportasi. Di beberapa titik jalan di Denpasar dikasi jatah untuk pengendara sepeda, lampu merah isi rambu untuk pengguna jalan, bahkan di lampu merah juga ada pemberhentian khusus pengendara sepeda. Namun, setelah semua udah terfasilitasi, eh pengguna sepeda yang anget-anget e'ok ayam. Gag ada lagi yang pake sepeda. Mubazir sudah semua.


Aku sih gag menyalahkan semua itu terjadi. Karena kalo jadi stakeholder, dihadapkan dengan masalah ini, mungkin aja aku ngelakuin hal nyang sama. Tapi...paham kebebasan berpendapat masih berlaku kan? hehe.


Kalo ada salah-salah info, mungkin aku yang kurang gaul ato emang sosialisasinya kurang (eh?).

Jumat, 03 September 2010

Indonesia Bukan Melayu

Konon Indonesia adalah bangsa melayu. Konon Indonesia punya sodara serumpun. Tapi sesama adek kakak kok sering ribut? Sehingga, meski cewek-cewek Indonesia ayu (ada juga sih yang sayu), semangat anak muda Indonesia gag pernah layu, aku gag setuju Indonesia dibilang bangsa melayu. Indonesia bukan melayu.

Katanya Indonesia gag punya aliansi dengan negara lain, Indonesia sendirian, gag ada temen. Katanya Indonesia dan (yang katanya) sodara sama-sama anggota PBB, kalo Indonesia nyerang duluan maka Indonesia yang dicap jahat. Katanya konflik ini bikin kita bersatu. Katanya gag semua rakyat 'sodara' itu jahat. Katanya pidato presiden kemaren udah pak SBY banget.

Tapi tetep, kalo ibuk pertiwi diusik, lama-lama aku, yang di KTP dibilang warga Indonesia, bisa kesel juga. Gag perlu anarki. Cuma mau mengandaikan, seandainya 'sodara' adalah manusia, pengen deh ta cubit pipinya, ta jewer kupingnya, ta toel jidatnya. huh.

Katanya marah, tapi pilm kartun berbahasa lumpur selalu mengalahkan Unyil kita.Katanya benci, tapi lagu mendayu lebih top dari dangdut Indonesia, benci tapi rindu kali ye? Padahal kalo dilihat dari sejarah, sejak proklamasi bangsa Indonesia udah diatur untuk menyanyikan lagu pop atau rock, bukan melayu. Ini buktinya:

Gambar dicolong dari Lytogame. Komentar tentang gambar ke situ aja ya. Peace.

Gag ada maksud pelecehan. Hanya bentuk protes dari blogger banyak bacot asal bunyi. Sebagai bentuk Demo Untuk Pemerintah dan menunjukkan Nasionalisme Blogger Cinta Indonesia.


Ayo teriakkan merdeka.

Minggu, 15 Agustus 2010

Ini Bukan Nyolong SMP

gambar dicolong dari SMPN 2 Kalikajar

Salam haha!

Dari hasil blogwalking ke blogger tetangga, baru tau kalo keyword SMP di google dipenuhi situs porno. Wajar sih hal ini terjadi, bumbu kata SMP di situs porno selalu bikin penasaran dan secara otomatis meningkatkan daya jual sebuah situs porno sehingga situs tersebut makin laris (omongan gue udah kayak ahli perpornoan).

Miris emang. Image SMP yang kita kenal dengan Sekolah Menengah Pertama, tercoreng oleh ulah situs-situs itu dan para adminnya tentunya. Padahal dulu, kala pemerintah menggalakan program pendidikan 9 taun (sekarang masih yak?), berarti semua anak wajib masuk SMP.

Nah kalo citra SMP udah kayak gini, apa gag bikin malu? Oleh karena itu, bareng blogger yang lain, mari kita bersihkan citra SMP kita dengan membuat konten atau postingan positif tentang SMP. Ayo kalahkan situs porno yang masih merajai google!

Masih sangat banyak situs porno di halaman utama google. Mari bikin amal dobel di Agustus ini. Pertama, kita membersihkan tindakan maksiat di dunia maya dalam rangka bulan puasa. Kedua, kita menunjukan rasa cinta tanah air dalam rangka hari Proklamasi dengan cara membersihkan image SMP Indonesia.

Udah dulu ya, mau gladi upacara bendera buat besok dulu ye!

Sabtu, 07 Agustus 2010

Istilah Bahasa Sunda

gambar dicolong dari catatanku

Tiga minggu PeKaeL di Bandung, berinteraksi ama masyarakat disana, kurang lebih aku mengerti bahasa Sunda. Meski gag banyak banget sih. Kadang mereka yang malah pengen belajar istilah bahasa Bali.

Aku baru tau kepanjangan batagor. Yang artinya Bakso Tahu Goreng. Kiraen artinya Bata Goreng, atau Batako Goreng.:D

Singkatan lain misalnya Bacil. Aku pernah nyeritain makanan ini di postingan berjudul POKOKNYA KEMARIN ITU SIAL. Nama panjang Bacil adalah Baciiiiiiiiiiiiiiill...

Bukan ding, becanda. Nama panjangnya: Bakso Cilik.

Bandung banyak punya nama daerah berawalan "ci" di depannya. Ci itu artinya air. Misalnya Ciliwung artinya air liwung. Cicadas = air cadas (dalam bahasa Indonesia cadas itu kayaknya punya arti lain deh?). Terus CICI ULANG artinya air ici ulang. :D

Tapi untuk air terjun bukan bernama citerjun. Aku pernah diketawain gara-gara salah tafsir ini.

" Ke curug yuk?", ajak Gea.
 "Ngapain kita nonton tikus?",tungkasku.
  "Bukan curut kalee..tapi curug, air terjun!"

Ternyata yang dimaksud curug itu air terjun. Aku salah denger.:p

Aku emang rada susah mencerna kata-kata istilah dalam bahasa Sunda. Ampe saat ini aku masih salah panggil bapak-bapak. Antara kang, pak, atau mas. Ujung-ujungnya jadi Om. Hadeeh.

Senin, 02 Agustus 2010

Reformasi Egois

Ehm,
Aku mau ngomong soal reformasi nih. Dengerin yak.

Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa.Ini kata wikipedia loh, kalo ada yang mau protes, kesono aja yoo..

Okeh, serius.
Reformasi dilakukan untuk menciptakan SIKONTOL PANJANG* yang lebih baik. Sayangnya gag ada jaminan seratus persen sesuatu disebut "Reformasi" akan menghasilkan hasil yang baik tersebut. Yah tergantung pelaksanaannya gimana juga sih.

Contohnya aja Indonesia. Yang beken pada taun 98 gembar-gembor ampe gempor ngaku udah ngelakuin reformasi. Sampai sekarang masih banyak yang belum puas tuh dengan perubahan yang terjadi.

Salut buat om Pong Harjatmo buat aksi bikin grafiti di atap cangkang kura-kura Di Senayan sana. Untung om Pong gag punya akun twitter. Kalo punya, pasti dia gag nulis "Jujur, Adil, Tegas". Tapi "follow me!".

Aksi om Pong adalah bentuk ketidak puasan terhadap kinerja lembaga kita khusunya buat orang-orang terhormat di dalamnya.

Yah akukalo dibilang puas dengan kinerja lembaga maupun organisasi, gag juga. Organisasi bisa bekerja bagus (menurutku) ketika orang-orang di dalamnya gag bekerja semata-mata untuk dirinya. Mau meredam ego demi kepentingan orang lain. Sayang itu gag terjadi.

Kalo kandungan lembaga udah egois, lembaga akan ikut egois. Coba deh pikir, ada gag lembaga apapun dimanapun yang bener-bener mau membesarkan lembaga lain. Atau minimal mau membantu aja deh. Saya rasa gag ada. Ujung-ujungnya pasti ada untung ke mereka lagi.

Siapa sih yang mau rugi? Kalimat ini cukup kuat buat membela kelakuan "gag senonoh" mereka.

Lembaga yang benar-benar mau berbagi buat anything other ampe saat ini cuma dilakuin ama PMI. Dan kalo ada aktivis kampus yang baca tulisan saya ini, sebelum protes, pastiin dulu deh apa lembagamu bener-bener mau berbagi ke lembaga lain. Ato ujung-ujungnya keuntungan akan kembali ke organisasi kamu lagi?

Kalo iya, berarti orang-orangmu masih sama kayak orang belagu di Senayan sana. Yang keasikan berteduh di ademnya cangkang kura-kura memperjuangkan ego mereka.


*SIKONTOL PANJANG : Situasi, Kondisi, Toleransi, Pantauan, dan Jangkauan

Selasa, 27 Juli 2010

Orang Bandung Kreatif

Katanya kalo barang serba murah idup bakal jadi lebih indah, gag semua kayak gitu.
Semua bakal sama aja kalo gag ada uang buat dibelanjain. Ato ada uang tapi susah nyarinya secara halal.


Itu yang kurasain di Bandung ini. Harganya barang sih murah. Mana bisa ku temuin molen ato onde-onde seharga seratus rupiah di Bali? Tapi lapangan kerja adalah jagonya maen petak umpet. Susah banget ketemunya. Sehingga ngeliat pengemis yang ngakunya ato keliatan gag makan sama sekali dalam berapa hari (ato itu hanya pura-pura) bukan pekerjaan sulit.


Jadi inget daerah asalku di Bali. Kenapa di Bali jarang ada demo, ataupun tindak kriminal? Itu karena masyarakat Bali udah berada dalam comfort zone mereka disana. Seenggag-engganya punya uang, masih bisa tetep makan. Konon sih semasih budaya dan adat tetap dipatuhi, kemakmuran tetep tancap terus. Kalopun ada pengemis asli bali, itu semata tuntutan adat yang mengharuskan mereka ngemis.


Okeh, usai dulu kita bernostalgia ke Bali, lanjut lagi ke kondisi Bandung yang susah minta ampun nyari kerja. Kondisi ini memaksa masyarakat sekita untuk berpikir lebih kreatif. Mengorek sekeping rupiah dipinggir jalan, diantara panasnya cuaca dan kejam khatulistiwa.


Mungkin karena ini jadi banyak orang seni (bukan orang yang sering buang seni) terlahir dari kota kembang api. Hasil adaptasi dari hukum rimba kali ya?


Orang kreatif yang ku kenal adalah dagang molen nanas. Biasanya molen isi pisang, tapi kali ini isinya beda. Belum lagi yang isi beras item alias injin.


Jadi kepikiran bikin usaha serupa di Bali dengan isi yang lebih variatif, misalnya molen isi kacang, keju, aneka buah, selai buah, bahkan isi duit! ISI DUIT! hahahahahaha. #mulaigila


Pedagang gorengan disini juga gag kalah kreatif. Di Bali mereka hanya buka dari sore. Tapi disini, untuk memenuhi kebutuhan pasar, pedagang gorengan buka dari pagi. Dagang gorengan juga pencinta lingkungan. Gag make plastik buat bungkus gorengan. Udah pakai kertas, bung!


Yah meski dalam kertas terkandung logam berat semisal Pb, tapi setidaknya dagang gorengan turut serta mengurangi limbah plastik yag sulit terurai di alam. Pencemaran pun berkurang deh.




*)gambar dicolong dari Photo Phumkin

Minggu, 18 Juli 2010

Gaya Hidup di Cimahi

 gambar dicolong dari Dokter Nasir

Lain gubuk lain ilalang, lain rumput lain belalang. Beda tempat, beda juga gaya hidupnya. Termasuk aku yang akan memulai hidup di Cimahi selama sebulan masa PKL.

Perubahan gaya hidup yang kujalani kini misalnya bangun jam 6 pagi, langsung siap-siap PKL. Kemana-mana naek angkot, makan lebih sering karena pengaruh suhu yang dingin banget. Pola makanku juga berubah. Ibuknya Ghea baek banget. Pagi-pagi udah nyiapi sarapan, makan 3 hari sekali kalo lagi libur. Hidup di Cimahi jadi lebih teratur dibanding kos deket kampus dulu.

Di Bandung juga banyak angkot, jalan kaki di pinggir trotoar udah lazim banget dilihat disini. Tiap pergi, tiap anak disini selalu sungkeman ama orang tuanya. Dan aku juga selalu berusaha menunjukkan kalo orang Bali itu ramah.

Minggu, 04 Juli 2010

Harga Angin


Pas mau bawa laptop ke rumah si pacar, ban belakang motor kempes. Seribu rupiah adalah harga angin yang harus dibayar.

Kebayang kalo suatu saat nanti semua udara gag bisa dihirup karena udah sangat tercemar. Manusia harus beli kalo pengen udara segar. Gimana nasib rakyat yang gag mampu membayar harga angin atau udara tersebut? Bayangkan mereka menghirup kembali udara yang mereka hembuskan. Atau terpaksa menghirup kentut gratis mereka sendiri.

Berapa juga uang yang harus kita bayar untuk harga angin itu? Sekarang aja kita termasuk boros banget dengan angin. Pencemaran masih banyak terjadi. Gag cuma pada udara, tapi segala hal di dunia ini.

Tindakan konkrit apa yang kamu lakuin untuk mengurangi tingkat pencemaran?

*)gambar angin dicolong dari Kapanlagi.com

Rabu, 30 Juni 2010

Budaya dan Moralitas




Tema postingan kali ini dalam rangka posting kolaborasi yang diadakan TRIMANTRA. Tanggal 1 juli aku dan beberapa blogger serempak posting artikel di blog masing-masing menyoal masalah budaya dan moralitas.

Hal pertama yang terbersit dalam pikiranku adalah budaya malu yang telah lama dikenal dalam jati diri bangsa Indonesia. Malu yang dimaksud disini adalah malu untuk melakukan hal yang negatif. Seiring pesatnya globalisasi, rasa malu itu kian memudar. Orang udah gag malu lagi berbuat jelek. Apa ini bukti dari studi yang mengatakan kalo ke-malu-an orang Indonesia emang dari rata-rata ke bawah?

Tentang budaya lagi, ku teringat tentang isu UU pornografi yang ditolak masyarakat Bali. Aku kurang ngikutin beritanya dan gag tau perkembangannya sekarang udah ampe mana. Tapi menurut aku pribadi, pakaian adat Bali yang emang agak terbuka seharusnya gag terkena UU.

Bahkan sebelum Indonesia merdeka malah cara berpakaian orang Bali lebih terbuka. Gag ada baju. Gag ada bra. Sampai sekarang di beberapa daerah di Bali yang masih merupakan kaum Bali Aga (Bali Asli) masih mempertahankan budaya ini.

Cara berpakaian ini bukan bicara masalah mode. Tapi ini tradisi, budaya warisan leluhur yang harus dipertahankan. Negara kita kan kaya karena kekayaan keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Orang Papua dengan koteka misalnya, mereka juga punya hak untuk memakai baju kebanggaan budaya mereka.

Hanya saja moralitas manusia sekarang yang udah berubah. Dikit-dikit ngeliat sesuatu yang agak terbuka aja, uda terangsang, nafsuan. Ini yang harus disoroti. Dan dicari tau kira-kira penyebabnya apa? Bukan budaya yang telah dimiliki bertahun-tahun yang dipermak.

Kalo model busana modern yang sexy yang diciduk ya itu sih gag apa-apalah.

Rabu, 23 Juni 2010

Air Terjun Tegenungan, Gianyar-Bali

Sabtu kemarin ujian rehat sejenak. Aku lewatkan hari ini dengan pergi bersama henny, ika, ama eka. Hasil pasrah ama feeling dan googling ternyata ada air terjun di Gianyar. Untung kami gag googling Dufan, kalo ketemu di Bali kan ajaib.

Modal nekat lagi karena kurang tau jalan, akhirnya kami nyampe. Kata seorang temen sih masuk kesini gag bayar tapi di pintu masuk ada tulisan kayak gini:


Otomatis kita berempat ngumpulin duit 16ribu.
Terus ibuk-ibuk penagih tiketnya bilang,"Cuma bayar seribu dik. Tapi kalo sisanya mau dikasi saya juga gag apa-apa".

Lha terus maksud plang itu apa?

Gag mau terlalu ambil pusing tentang itu, kini kami telah menuruni 100 anak tangga lebih menuju air terjun. Sampai disana kami main air kayak anak bebek baru ketemu air. Poto-poto. Dan aku sendiri gag tau tertarik banget pergi menyeberangi sungai, melewati semak belukar yang lebat untuk mendekati air terjun. Gag ada jembatan jadi musti menyeberangi arus sungai.

Ternyata arusnya gag terlalu deres dan sungainya gag terlalu dalem. sesampainya di deket air terjun, ternyata gag bisa lebih deket lagi. Ada sungai lagi yang melintang. Kali ini airnya lumayan dalem. Tenang gitu arusnya.

Karena gag bisa ngedeketin air terjun, aku makin penasaran naik ke puncak tebing biar bisa berada di atas air terjun.

Melewati semak-semak lagi. Lebat, rimbun, seakan menolak untuk dilewati. Tapi birahi udah tinggi untuk merasakan bisa berada di atas air terjun. Ternyata di balik semak-semak ada bekas rumah dan anak tangga menuju ke atas. Di ujungnya kita harus bergelantungan ke ranting dan akar pohon untuk melewati tebing karena emang gag ada tempat untuk berpijak.

Di ujungnya kita harus bergelantungan ke ranting dan akar pohon untuk melewati tebing karena emang gag ada tempat untuk berpijak untuk lewat.

Akhirnya aku sampai. Tempatnya lumayan tinggi. Cipratan air begitu terasa dingin di kulit. Tapi sayangnya gag ada pelangi di sini. Dan matahari begitu terasa dekat. panas pun tak bisa dihindari.

Udah puas di atas aku turun lagi. Sempet ngobrol-ngbrol bentar, duduk menghalangi orang-orang melihat air terjun dari jauh (ada yang kesel karena pandangannya kehalang kami yang lagi nongkrong). Singgah makan dulu ke kota Gianyar tepatnya di pasar Gianyar. Kami kini ada di rumah masing-masing.

Sebelum pulang henny bilang, "sebenernya semak-semak tempat kakak lewat tadi angker lho. Kakak kelas saya waktu SMA meninggal disana diculik roh halus. Makanya tadi ada monyet keluar".

Kampret. Kenapa baru bilang sekarang. Jangan-jangan tadi saat aku bertualang ke semak-semak itu ada yang ngawasin dari belakang. *bulu kuduk berdiri*

Puncaknya itu yang di kanan air terjun. Semaknya yang paling kanan.

Rabu, 16 Juni 2010

Duplikat, Budaya Imitasi.


Kegiatan menjiplak gampang banget ditemui. Apalagi contoh yang disalin itu mempunyai riwayat yang bagus.

Proses copy-paste kayak gini cukup menggiurkan. Gag butuh tenaga lebih, pemikiran yang ribet, tapi hasil yang lumayan.

Tapi aku pribadi kurang setuju dengan hal ini. Produk imitasi yang terbentuk gag bikin aku puas. Menduplikat pekerjaan orang gag selalu menghasilkan hasil yang lebih baik. Malah dengan alasan minimnya waktu, kepepet, dan sebangsanya, kita cenderung membuat bentuk ringkas dari sesuatu yang kita salin itu.

Aku selalu berusaha menghasilkan sesuatu yang beda, Meski kurang begitu berhasil. Tapi ini harus terus diupayakan. Menikmati prosesnya akan memberi hal yang lebih untuk kita. Misalnya pengalaman yang gag akan didapet dari hanya mengedit ataupun meniru punya orang.

Misalnya aja kayak hape yang berlomba-lomba menyematkan kata "berry" di belakang nama mereka. Redberry, Loreng-Lorengberry,  Totol-Totolberry.

Orisinalitas masih diperhitungkan di dunia ini. Ini jadi motivasiku untuk selalu berinovasi, memacu kreatifitas,  menghasilkan karya yang (semoga) unik, bukan cerminan dari orang lain, ataupun hanya jadi bayang-bayang sesuatu yang udah sukses duluan.

Kita terlahir beda, kenapa harus sama? Yang penting proses, masalah hasilnya gimana, sukses ato gag, itu belakangan.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
*) gambar duplicate dicolong dari SINERGY

Sabtu, 12 Juni 2010

Pesta Kesenian Bali 2010

Seperti biasa, tepat saat malam minggu dan para siswa menerima raport semester genap, Pesta Kesenian Bali (PKB) 2010 digelar.

PKB kali ini mengusung tema "Sudamala, yaitu mendalami kemurnian nurani lewat budaya". Perubahan tema ku lihat gag diikuti perubahan di aspek lain. Yah paling cuma tempat pembukaannya sekarang ganti dari depan lapangan Renon menjadi depan lapangan Puputan Badung dan anggaran yang meningkat 500 juta dari tahun lalu (sumber: Media Indonesia).


PKB ke-32 ini masih mirip ama tahun-tahun sebelumnya. Dibuka oleh presiden; kegiatan berpusat di Gedung Art Center Ksirarnawa,  Jl Nusa Indah, Denpasar; dan lokasi yang kayak pasar sengol.

Dimana-mana penuh dengan orang. Ada yang melihat stand-stand pameran barang seni, ada yang menikmati beraneka ragam hidangan kuliner di stand makanan, atau cuma mencari tempat hiburan untuk mengisi hari libur.


Aku sendiri rada kurang suka ke Art Centre kalo emang gag ada yang mau ku tonton. Males benget harus berdesak-desakan menghirup bau tubuh manusia penuh keringat.

Dari sebulan lamanya acara ini, aku biasanya sekali-dua kali maen kesini. Sayang kan kalo kita harus melewatkan pertunjukan seni dari 6 negara dan 20 daerah yang terlibat. Menurut detikNews sih pesertanya itu berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Prancis, India, Swedia, Malang, Jawa Timur, Gorontalo, Jakarta Barat, Sulawesi Barat.

Sebanyak 15 ribu seniman dengan 335 pagelaran seni dan budaya akan ditampilkan selama pagelaran. Seni dan budaya yang ditampilkan pun gag melulu seperti apa yang biasa kita lihat. Ajang ini juga memberi kesempatan peserta untuk menunjukkan budaya-budaya mereka yang mulai dilupakan.

Ada yang pernah ke PKB?






*)gambar Pesta Kesenian Bali dicolong dari thebloghub

Selasa, 25 Mei 2010

Belajar Profesional Melalui Kondom

Ralattt..!!!!
Ternyata purnama yang ku bilang di postingan kemarin itu bukan tanggal itu. Aku salah baca tanggal! Efek penyakit buta kalender yang aku idap sejak masih dalam kandungan. Hiks. Purnamanya itu lagi 2 hari. Dan masalah petanda tuhan, yah biarin aja tetap menjadi petanda. Mari mulai belajar memaknai segala hal apapun itu. hehehehehe.

Btw, banyak orang yang (ato gag) merasa kalo dirinya belum profesional. Apalagi aku, gag banget deh. Ngapain aja masih males-malesan, masih seneng berbuat curang, dan gag tepat waktu.

Rajin, selalu semangat, dan on time adalah bagian dari disiplin dan disiplin merupakan kunci profesional. Dan itu yang pengen ku punya dalam sifat + sikapku. Yihaa..

Bekerja keras dan menunaikan segala tugas yang dihadapkan ke depanku adalah hal pertama yang coba ku lakukan. Menjaga reputasiku agar orang selalu percaya padaku itu yang terpenting. Lagipula pola hidup profesional gag selamanya jadi momok yang mengerikan bukan?

Meski belum bisa berubah total menjadi sosok profesional, setidaknya aku udah berusaha dan merasa menjadi a true profesional person. Menjalani aktifitas yang tiba-tiba menggunung kayak cucian numpuk tanpa rasa ragu.

Rada aneh sih, minggu ini kerjaan lagi gila-gilanya. Apa ini ujian dari tekadku yak? Ujian, tugas, kerjaan. Yang paling terakhir aku ditawari kerja jadi tim survei kondom. Gawe-nya yah tentang seputar kondom dan penyakit seksual.

Karena targetnya adalah orang pengguna esex-esex, aku mulai beraksi dari jam 11 malem terus pulangnya ampe jam 3 pagi. Ironinya, abis itu aku langsung tepar padahal paginya kuliahku padet. Padet dengan tugas, padet dengan ujian. Pulang siang langsung ngeles. Fiuh.*mencret*

Hari pertama survei aku ke lokalisasi di nusa dua. Ini pertama aku masuk langsung ke sarang maksiat. Kesan pertama sih libido naek drastis ngeliat penampakan serba minim. Tapi selanjutnya jadi ilfil. Ceweknya menor, dengan bedak tebel plus lipstik norak. Baju minim, tipis tapi perut kembung. Body ABG tapi muka tua.

Cewek disini kebal lho. Dinginnya malem mereka berani hadapi dengan rok mini dan selangkangan yang selalu terbuka. Potongan rambut mereka juga mirip-mirip, rebonding catok gitu..

Yang ku bayangin dari tempat ini adalah sebuah tempat menyerupai neraka dengan setan-setannya lagi beraktivitas. Jujur batin serasa panes, inget! panes! bukan HOT!!, yah seakan berada di dasar bumi. Tuhan dan surga rasanya jauhhh banget.

Cowok-cowok yang kesini juga lucu-lucu. Aku lihat mereka baru keluar kamar. Penampilan acak-acakan dan keringetan tapi baru ku tanya ngapain mereka langsung bilang,"saya gag pernah maen seks kok..".

Geblek, yang mau nanya gitu sapa. Aku cuma mau nanya,"di dalem ada lapangan olahraga ya?". hehe

Ada juga bapak-bapak yang parnoan. Keluar keringet dingin gitu baru aku deketin. Ada yang jujur ngejawab semua pertanyaanku bilang kalau dia emang pelanggan disini. Ada yang ngaku setia ama satu pasangan tapi abis itu ku lihat dia gendong-gendongan ama cewek yang ku yakin bukan pasangannya.

Satu temen tim ku malah kocak, dengan pakaian kami yang terlalu rapi bila dibandingkan standar lokalisasi. Baju rapi dan tampang gag mesum, duh aku banget, ada cewek yang ngedeketin.

"mas, mau jalan-jalan kemana? Itu tas isinya uang semua ya? Nyewek yuk ama saya..",sembari dia ngankang!

Ih, jijay aku...

Cowok-cowok yang kesini kebanyak pekerja kasar yang asli luar Bali, ada juga pasangan selingkuh. Mereka juga jarang banget makek kondom dalam berhubungan, paling saat butuh balon pas ulang tahun aja mereka beli kondom.

Sangat disayangkan nmereka gag sayang dengan kesehatannya.

Apa mereka juga gag pernah berpikir seandainya cewek yang mereka pakek adalah orang terdekatnya (sst..aku juga lihat anak 10 tahunan udah jadi pecun disini,sama kayak kakaknya yang gawe di sini juga).

Satu hal yang bisa kusimpulkan, mereka telah mengotori bumi Bali. Negeri Indonesia. Ibu pertiwi tercinta.


*)gambar condom dicolong dari Genesis Project.

Jumat, 14 Mei 2010

Fenomena Musim Pancaroba

Pas musim pemilukada kemaren, jalanan gag cuma dipenuhi baliho calon bupati tapi juga baliho event jurusan di fakultasku. Yah kebetulan aja perayaan ulang tahunnya barengan.

Lucunya, ada yang memasang baliho bergambar pemain band yang jadi bintang tamu acaranya. Syukur-syukur gag ada yang ngira kalo pemain band itu juga salah satu calon bupati. :)

Ini gambar balihonya dari jurusan ilkom yang ngundang band itu..
Dan jurusan matik yang bikin acara olahraga..
Terakhir adalah jurusanku yang bikin acara sederhana di kampus..:)
Semua acara itu udah berlangsung lancar seiring usainya pemilukada.

Kini di Bali lagi musim hujan, kemarau, gag jelas deh. Kata orang yang terlihat mengerti (bukan aku) sih ini namanya musim pancaroba.

Tapi sumpah cuaca sekarang emang kacau. Kadang hujan, kadang berangin, kadang isi petirnya. Harus pinter-pinter bawa diri deh biar gag sakit ataupun kena musibah yang lain.

Dampak yang paling kentara dari hujan yang datang lebih rajin daripada panas, ditemani dengan manja oleh angin  adalah masuk angin. Minimal bikin perut kembung. Ada seseorang, namanya disamarkan, susah kentut. Paling kalo dipaksa hanya akan menghasilkan gelembung kecil aja yang keluar.:)

Saya punya sih cara jitu biar perut kembung cepet keluar jadi kentut. Tengkurepin badanmu, terus dengan cepat tekan pantas ke atas (hampir nungging). Niscaya akan ada udara yang keluar. Tapi jangan terlalu keras ya, ntar gag cuma angin yang keluar. Kamu tahulah apa juga yang akan keluar..

Hehehehehe

Selamat nungging. :)







Di musim hujan semu kayak gini juga muncul fenomena semut nakal.

Terutama di kamarku. Buanyak banget semut. Sekali lalai, maka barangmu akan diserbu. Tapi aku salut dengan insting mereka mencari benda manis. Buktinya tiap aku tidur,selalu dicari. Tau kali ye kalo aku manis, kencing manis maksudnye.:)



*) gambar nungging dikopi dari Carra's world sedangkan semutnya dari Mie's corner

Kamis, 22 April 2010

HURRY BHOOM ME (baca: Hari Bumi)

Di Hari Bumi kemarin..
Aku kuliah Mikrobiologi Lingkungan lagi tapi dosennya gag bu Dwi. Jatah ngajarnya udah habis. Sekarang giliran pak Budi. Kasian dia, harusnya ngajar pake LCD namun TU belum buka (juru kunci belum dateng,entah kenapa?).

Pak Budi gag terlalu mahir ngajar tanpa LCD. Ritme bicaranya gag jelas mana yang penting mana gag. Kesan yang ku tangkep sih gag ada yang penting. :P

Apesnya lagi, mahasiswa ngaret semua. Termasuk tukang colong kesayangan anda ini. *melet lagi ah* :p
Ini karena cuaca yang gag enak banget buat dipake keluar. Gag ada komprominya. Pengennya meringkuuuk aja di atas kasur di bawah selimut.

Di Hari Bumi kemarin..
Seharian listrik mati. Mungkin PLN turut merayakannya.

Di Hari Bumi kemarin. .
Dapet tugas organisasi baru. Bikin design piagam yang buanyak! hm..Gag banyak sih, cuma dua. hehe
Tapi yang bikin keselnya, fungsionaris saya (biar kesannya gimana gitu,jadi pake istilah fungsionaris) susah banget dihubungi! Huh.

Di Hari Bumi kemarin..
Meski masih *srup* saya tetap bermain membela asrama B (kepanjangan dari "B" saya serahkan ke kalian masing-masing) dalam Liga Bukit Jimbaran. Liganya mahasiswa Universitas Udayana yang diem di Bukit. Menag 3-0, cuy! Tapi bukan aku yang buat, aku bek.

Ini rekor kemenangan asrama B, beda dengan kakak seatapnya si Asrama A yang jadi juara dua kali beturut-turut. Asrama B mayoritas diisi oleh pemain asli penghuni asrama sedangkan yang A lebih banyak pemain hasil seleksi dari mana-mana.

Yang boleh ikut Liga Bukit itu semua mahasiswa yang kos atau punya rumah di bukit. Dalam satu tim bisa memasukkan warga lokal dengan jumlah tertentu. Tiga orang kalo gag salah.

Penyelenggaranya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepakbola Universitas Udayana. Event ini diadaen setiap tahun. Di lapangan Universitas Udayana (Unud) selama setahun sebulan.

Semoga tim-ku gag hanya jadi penggembira ataupun peramai aja. Biar sekali-kali pernah jadi kuda hitam. :D

Kemarin hari Bumi..
Dan sekarang aku mau ngucapin. ,

Selamat hari Bumi..

Maaf telat..



*)gambar saya colong dari Muhammad Fajri

 
Pulsating Superman Logo Pointer