My Experience

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pantai LOMBANG ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Masjid Jami' Sumenep ( Masjid Agung )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Taman Adipura ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

SMPN 1 SUMENEP

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pulsating Superman Logo Pointer
Pulsating Superman Logo Pointer

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience
Tampilkan postingan dengan label Semoga Menang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semoga Menang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 September 2010

Ibuku Lara

Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa..
Kutipan lagu 'Ibu Pertiwi' cocok banget buat ngegambarin kisah ibuku kala itu, tepat ketika aku kelas 2 SD dulu.

Saat itu, belum genap umurku sepuluh tahun. Datang dengan riang jam 10 pagi, pulang ke rumah. Sama sekali tak ku duga akan menyaksikannya. Keramaian di kebun depan rumah. Begitu banyak orang. Ada apa?


Tampak seorang wanita paruh baya, belum sampai 30 tahun mungkin, ditarik rambutnya dengan keras kesana kemari oleh seorang pria. Pria berkumis tebal, berotot kekar. Wanita itu...itu ibuku!

Aku lari sekencang-kencangnya. Coba mendekati ibuku. 'Jangan sakiti ibuku!', teriakku dalam hati, anak yang baru 2 tahun lalu merayakan ulang tahun kelimanya. Tangisku tertahan, isakku menyulitkan napasku. Rongga dadaku sesak. Masih berlari, aku menjerit sekencang-kencangnya.

Ah! Belum sampai ku dekati ibukku dan pria itu, pamanku sendiri, tanganku keduluan ditangkap bibiku. Mencegah agar aku tak kena amukan pamanku. Aku meronta. Hanya bisa berontak ketika ibukku dianiaya di depan mataku. Perih.

Ibukku, yang selalu rela tak berangkat jualan ke pasar hanya untuk mengantarku ke sekolah, kini dipukul keras di wajahnya berkali-kali, tepat di depanku. Ku tatap sekelilingku. Ku ingat wajah-wajah orang-orang saat itu. Orang-orang yang hanya diam layaknya adegan penyiksaan ibukku adalah tontonan di pagi hari yang mengasikkan.

Bahkan ada seorang bapak, baru keluar dari rumahnya. Datang mendekat dan jongkok di dekat 'arena penyiksaan'. Kemana nurani mereka? Hey! Wanita dianiaya di depan kalian tapi kalian hanya diam menonton?! Ini gag adil.

Aku gigit tangan bibiku. Bibiku kaget kesakitan. Aku terlepas dan melompat ke arah pamanku. Satu sikuan mendarat di pipiku. Aku jatuh dan bibiku menarik lagi aku menjauh dari ibukku. Biru lebam di pipiku tak bisa ku elakkan.

Melihat anaknya disikut, ibukku semakin ngasi perlawanan. Meski rambutnya dijambak sesuka pamanku, kulihat muka senang pamanku, ibukku tak mau nyerah. Akhirnya ibukku terlepas, lari menghilang dengan baju dan rambut yang sama-sama kusut banget. Bapakku datang dari tempat kerja.

Bapakku yang tak bisa emosi, mencoba mengajak diplomasi pamanku. Pamanku maen tunjuk, sedangkan bapakku dengan sabar berdebat dan adikku terdiam berdiri diantara mereka. Aku, masih kepikiran ibukku, pergi kemana dia?

Itulah satu kisah ibukku. Kisah yang berakhir dengan dipenjaranya pamanku. Dengan berakhirnya kasus ini yang sampai kini aku tak tau apa penyebabnya. Sama tak taunya ketika jauh sebelumnya aku melihat ibukku dilempari pasir ke badan dan telinganya oleh paman yang sama.

Itulah kisah ibukku. Selain kisah yang merusak lambungnya karena air keras yang dia minum saat remaja. Saking tak kuatnya menanggung nasib.

Tapi kini dia jadi ibuk yang kuat. Jadi ibuk yang sayang dengan keluarga. Sayang dengan suami yang ia dapatkan dari perjodohan.

Ibukku, yang sangat marah kalo ada yang menyakiti anaknya. Ibuku, yang sangat khawatir kalo anaknya telat pulang ke rumah. Ibuku, yang gampang menangis kala melihat anaknya menderita. Ibu, yang kusuka melihat wajahnya ketika tertidur, damai sekali.

sst..jangan ribut, ibuku lagi bobo.

Seorang ibu, yang senantiasa tanpa lelah mengajarkan kedua anaknya untuk berbahasa Bali halus. Ibu yang tegar dengan apapaun perlakuan, perkataan, dan pikiran orang tentang dia. Keluarga adalah yang terpenting baginya.


Kini, ibukku tak akan lara lagi. Ada dua anaknya yang siap membahagiakan dirinya. Mewujudkan harapannya. Mengusap air mata dari pipinya.

Dan, sehina apapun ibuku dimata orang. Aku tetep sayang dia. Sorgaku akan tetap di telapak kakinya.

Sabtu, 11 September 2010

Audisi Menulis Setan 911


Setan 911 bukan jenis setan baru, ato satuan unit 911 Amerika yang teranyar pula. Jangan juga bingung setelah membaca tulisan 'menulis setan'. Audisi Menulis Setan 911 adalah lomba menulis yang diadakan oleh Penerbit Leutika yang bermarkas di Jogja. Tema lomba ini adalah memberi kesadaran lebih tentang keberadaan hal-hal mistis atau semacamnya, agar pembaca gag terlalu buta atau bahkan terjebak dengan dunia fana ini.

Tercambuk oleh kegagalan sebelumnya, karena gagal juara atau gagal gag ikut lomba, aku cukup serius membuat tulisan untuk Audisi Menulis Setan 911 kali ini. Hasil akhir nomor dua, yang penting proses yang kujalani dan usaha dalam melaluinya.

Melalui kurang lebih tiga proses editing bareng pacar. Pertama, dari segi penulis sendiri apakah aku udah puas dengan tulisanku? Editing selanjutnya melihat seberapa menarik tulisanku dari segi pembaca. Editing terakhir memperkirakan gimana kalo juri yang ngeliat tulisanku. Semua proses ini sesuai kiat menang kontes atau lomba menulis yang pernah ku posting.

Hasilnya masih belum memuaskan. Alurnya masih lambat. Ceritanya masih biasa. Targetku bukan cuman bikin pembaca bergidik ngeri atau takut ke kamar mandi sendiri setelah membaca ceritaku. Sasaranku lebih ke penyampaian tema yang unik. Melalui cerita yang padat tak merayap, pambaca bisa melihat makna yang kusirat. Karena peserta lain pasti udah bikin cerita yang blak-blakan ngasi himbauan seperti apa yang dimaksudkan tema lomba.

Sayangnya aku belum cukup sukses mencapai tujuan penulisanku.Tulisanku sama dengan peserta lain. Kendala kosakata lumayan jadi penghambat. Namun, ini gag bikin aku berhenti. Aku bakal makin rajin membaca dan menulis. Setidaknya ada dua tulisan yang masih jadi PR ku untuk kuikutkan lomba. Selain misi untuk rutin posting blog tiap hari.

Oia, pesertanya 114 orang dan akan diambil 50 tulisan terbaik. Jadi peluangku 1:114. Atau biar mirip kuis baru di Indosiar, 1 lawan 114. Kalo mau baca draft 1 naskahku, baca aja di SINI. Tapi masih kasar, belum diedit, dan tentunya cukup berbeda dengan naskah yang ku kirim ke lomba karena sesuai syarat lomba kalo naskah gag boleh dipublikasikan, jadi cukup yang hancur dulu ya.

Pengumumannya tanggal 20 september. Katanya tim juri masih lebaran. Jadi kalo menang, aku akan ngasi review ceritaku secepatnya. Tapi kalo kalah, akan ku muat semuanya namun mungkin gag segera. Mau ngumpulin mood dulu untuk ngebahas kekalahanku. haha.

Senin, 07 Juni 2010

Pada Hujan Kisah Itu Pun Muncul

Crot:  
Adakah sebuah kesan yang tertinggal kala hujan dengan manisnya membasahi tempat berpijak ini? Atau justru pada hujan sebagai saksi akhirnya kau menemukan pasanganmu? ...pada hujan kisah itu pun muncul.

Brot: Kamu ngomong apa sih? Siang-siang kok ngigo?


Crot:
Bukan begitu brother. Tadi aku ketemu novel baru di toko buku. Bukunya kayak gini:


Aku seneng baca sinopsisnya yang ada di belakang buku itu..
Dia menyatakan dan aku percaya.
Tapi ketika aku berusaha menemukan kesungguhan di matanya,
Dia malah memasang kacamata hitam,
untuk menyembunyikan dusta yang dia simpan di sana.

Some people say, "it`s like a guilty pleasure."
I know he is lying to me but i keep wanting him.
I thought, I`ve already felt in love with him.
But the worst part is, I`m lying too.
 Keren kan....

Brot: 
Wah! Anak bangsa bikin buku lagi ya? Iya sih, dari sinopsisnya tampak ini bukan novel kacangan. Pembendaharaan katanya sudah begitu dipilih dengan hati-hati menghasilkan kalimat yang mengalun indah, penuh makna. Kalo gag salah pengarangnya si Clara Canceriana ya? Penulis Indonesia emang makin kreatif dan produktif.
 Terus udah sempet denger ceritanya kayak gimana?

Crot:
Udah dong...
Jadi kisah dalam novel ini sepenuhnya milik Noah, Lea dan Nathan.
Lea yang bersama Noah menjalani sebuah hubungan atas nama cinta, namun sebenarnya berdiri atas nama kepalsuan. Noah yang mengukirkan kebohongan-kebohongan kecil pada setiap sisi hati Lea, seolah mengatasnamakan sayang. Sementara Nathan yang berdiri di garis luar, berusaha untuk membuat dirinya tetap 'ada' di mata Lea, sambil menunggu gadis itu mengingat dirinya. Tapi mereka tidak bahagia. Sampai mereka dihadapkan pada keputusan untuk meninggalkan semua kebohongan itu.Bahwa kebahagiaan justru ada pada mereka sendiri.

Brot: 
 Okelah kalo begitu. Jadi penasaran pengen baca kelanjutan kisahnya. Ayo kita ke toko buku, aku mau borong nih.


Crot: Lets Goo..! Cuma 34 ribuan juga.







Disperfection isn't Obstacle

Namaku Dikin. Pemuda Banyuwangi yang kini merantau ke Bali sebagai penjual koran di Tuban.

Karena gag pernah mengenyam pendidikan dan penyakit di kepalaku membuatku susah mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi aku akan terus berjuang di kehidupanku. Gag akan pasrah ataupun nyari kambing hitam atas apa yang telah terjadi padaku.

Aku berasal dari keluarga kecil dan sederhana. Untuk makan aja udah syukur rasanya. Makanya aku gag pernah disekolahin. Aku juga, kata orang, menderita hidrochepalus. Sakit ini udah aku alami sejak kecil ketika aku sempet jatuh dulu. Keluargaku gag sanggup membiayai ongkos periksa ke dokter dan aku pun gag berharap ada yang mau kasihan dengan keadaanku. Hidup bukan untuk menunggu belas kasihan orang.

Dengan keterampilan yang seadanya, dan kepala yang terus membesar akibat penyakit yang kuderita, tahun 2005 aku nekad merantau ke Bali. Penjual koran keliling adalah pekerjaan pertamaku di pulau dewata ini.

Karena bentuk kepalaku yang gag kayak orang orang normal, orang-orang pada aneh ngeliatnya. Bahkan gag segan ada juga yang nyemooh. Tapi gag semua yang kayak gitu sih, kadang aku bisa ketemu sahabat-sahabat yang baik padaku.

Kian hari kepalaku makin sakit yang mebuat aku gag kuat lagi keliling berjualan koran. Kini aku jualan di lampu merah Tuban. Bila kau ke bandara Ngurah Rai menuju Nusa Dua, kau akan melihatku. Terdiam menunggu pembeli.

Perlakuan orang-orang masih sama kepadaku. semua telah pernah kurasakan. Cuma mati aja yang belum. Tapi aku gag akan minder, apalagi harus mundur. Hidup terlalu sayang untuk dilalui dengan perasaan itu. Kita lahir untuk berjuang.

Lucu banget ngeliat orang yang lebih sehat dari aku tapi mentalnya gag sehat. Gampang ngeluh dan pesimis.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = = = = = = 

Cerita ini hasil obrolan panjangku dengan Dikin. Sahabat baruku si penjual koran yang sangat tegar. Sebenarnya sejak awal aku ketemu dia, saat masa OSPEK aku dulu, aku udah pengen ketemu dia. Tapi baru kali ini bisanya.
semoga kisah ini sudah bisa dianggap layak untuk masuk di kontes blog Berbagi Kisah Sejati-nya mbak Anaz yang disponsori oleh http://denaihati.com/.

Jangan mengeluh dah pesimis Indonesia! Ketidaksempurnaan Bukanlah Penghalang!

Senin, 31 Mei 2010

Merangsang kembali Gairah Jurnalistik

Menurut wikipedia, jurnalistik berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti suratkabar.

Setiap orang punya bakat nulis. Meski gag keren-keren banget tapi kalo cuma nulis, siapa sih yang gag bisa semasih dia mau belajar. Apalagi pada kalangan pelajar maupun mahasiswa yang secara notabene adalah kaum akademis. Hanya saja kepercayaan diri yang belum dimiliki.

Minimnya jumlah pendaftar baru anggota ekskul jurnalistik atau pers mahasiswa dan rontoknya jumlah anggota ditengah jalan.

Banyak hal yang memicu semua ini tergantung dari sudut pandang mana dan tentunya siapa yang mandang.


Yang perlu disorot adalah imej dari lembaga itu sendiri. Banyak teman eks-anggota jurnalistik bercerita, saat pertama masuk, mereka sudah ditugasi tugas berat seperti membuat artikel berita sebuah kegiatan sesuai tata cara penyajian berita ala seorang jurnalis.

Otak yang vakum menulis selama mengikuti ujian kelulusan pas kelas tiga terang saja shock dapet tugas yang bisa bikin kram otak ini. Coba mereka dikasi pemanasan dulu kayak bikin pantun, fiksi mini, cerpen parodi, pasti makin betah kerja di dalemnya. Terutama orang kayak saya yang males mikir. Hehehehe.

Banyak yang mengalami hal yang sama dan akhirnya mundur pelan-pelan di tengah jalan. Akhirnya kabar tentang "tugas berat" ini menyebar ke seluruh penjuru.

Imej jurnalistik kampus dan sekolah juga kadang bikin orang awam ilfil untuk ikut bergabung kesana. Bandingkan, berapa banyak remaja yang suka membaca koran dan yang membaca majalah? Sedangkan output jurnalistik sekolah dan kampus lebih mencerminkan sebuah koran.

Dengan kata-kata yang seakan penulis tu mau ngomong,"aku punya kosakata yang lebih daripada kamu,wee..:p". Akhirnya pembaca berpikir kalo mau menjadi anggota redaksi harus memiliki kosakata yang banyak banget. Jadi minder deh semua.

Prestasi lembaga jurnalistik juga harus ditingkatkan.Bila lembaga itu sudah punya nama, siapa sih yang gag bangga kalo tulisannya termuat ke dalamnya?

Mungkin gag melulu kita harus ngomongin kuantitas, namun sebuah lembaga bisa besar juga karena jumlah orang yang terlibat di dalamnya dan bagaimana lembaga itu mempertahankan orang-orang di dalamnya.

Mungkin sudah saatnya meniru media-media yang sudah besar di Indonesia. Cara penyajian yang ringan namun mengena dari segi berita dan pembaca akan membuat daya tarik orang untuk masuk ke dalamnya.

Semoga jurnalistik dalam jiwa remaja Indonesia makin bergairah.

Selamat hari selasa kawan, bagaimana menurut kalian cara merangsang minat jurnalistik di kalangan remaja dan pemuda?







*)gambar jurnalis dicolong dari Dwi Maria

Jumat, 21 Mei 2010

Cuma Bisa Bengong



Tiba-tiba, wanita tercantik mendekatiku. Tersenyum dan menyapa. Aku cuma bisa bengong, terpaku menatap kotoran sapi menempel di sepatunya.




-oOo-
Postingan ini diikut sertakan di Kontes Fiksi Mini-nya wi3nda (wi3nd dan nDa).

Sabtu, 15 Mei 2010

Curhat Tentang Kondisi Jalan Raya dan sekitarnya


Fiuh akhirnya beres...Lho? Apanya yang beres?

Ini tentang artikel yang harus dikirimkan ke panitia Lomba Curhat Jalan Raya. Hari ini deadline-nya!

Ternyata susah juga ya sengaja bikin artikel yang isinya curhat. Apalagi harus berisi kata sampai antara 1000-1300 biji. Coba pengen buat artikel serius, eh malah jadinya curhat.

Kalo dibuatnya nyicil mah gampang. Bisa buat kerangka dulu. Irama kata-katanya enaknya mau gimana biar alurnya jelas, ngalir, nyambung, dan menarik. dikoreksi biar makin mantap. Nah ini! Aku buatnya H-sekian jam. Keteledoran seorang peserta yang gag banget. Seperti biasa.

Padahal kata pembimbing menulis pacaraku, saat kita sudah letih menulis, berhentilah pada kata terakhir itu. Kalo otak udah fresh baru lanjutin lagi.

Tapi karena dikejar deadline, aku gag bole berhenti. Untungnya semua udah beres. Hehehehe.
bagi yang mau ikutan,sapa tahu masih kekejar, colong aja infonya di SINI.

Aku berharap banget dapet hadiah utamanya. Aku punya rencana mulia untuk itu. He he *senyum licik* 

Btw,aku gag jadi ngajar les,muridnya lagi gag ada di tempat.

Senin, 10 Mei 2010

Pernikahan ala Mahasiswa Kimia

Menikah?
Menikah itu berasal dari kata dasar ikah. :p

Emang sih dari sekarang kita harus mikirin, tapi sumpah saya bingung banget tentang menikah itu. Yang pasti bukan pacaran lagi.

Besarnya bingung itu sama besar kayak disuruh milih mau nikah ama Jupe ato Aura Kasih. *lho?*
Tapi beneran bingung kan milihnya..:)

 
Oke lanjut, apa bayangan aku tentang nikah?

Jadi gini, (aku nanya sendiri,jawab sendiri,gila) mari kita menghayal sejenak.

Aku seorang mahasiswa kimia, dan bila udah waktunya tiba nanti aku menemukan calon yang tepat, aku nikahnya pengen yang sederhana aja. Ritual adat dan agama tetep. nah pas resepsinya (kalo ada uang lebih) saya pengen pestanya itu serba putih baik dekor-nya dan undangannya biar mecing dengan kostum yang nikah.

Nah,kostum saya apa? Bukan taksido atopun kebaya(lho? kok kebaya? batik maksudnya..). Biar kimia banget, saya pengen make jas lab! lengkap dengan aksesoris keamanannya kayak kacamata, sarung tangan, masker, dan lap. Whhehehehe..

Nikahnya juga gag usah di tempat mewah, di lab aja cukup. Nama para analis lab, praktikan, dan penjaga lab akan ada di list pertama undangan saya.

Mas kawinnya juga gag usah uang. Yang saya kasi hanyalah seperangkat alat lab dan album foto berisikan wajah mantan-mantan saya.

Alat lab itu sebagai simbol rasa sayang saya melebihi rasa sayang saya ke kimia itu sendiri. Lagipula kalo pas udah nikah, gag ada makanan, tabung reaksi bisa jadi alternatif. Dipecahin terus kunyah deh. Mantap.

Alat kimia kan juga bisa multifungsi jadi alat rumah tangga. Hehe

Nah kalo foto mantan itu, saya akan ngomong gini: dari banyaknya mantan aku, bahkan dian sastro dan agnes masuk ke dalamnya, aku itu milih kamu... (sstt,.padahal album foto ini nemu di tukang cukur,hihi)

Untuk honeymoonnya, tetep, saya milih lab. Di tempat saya selalu bereksperimen dan menemukan hal baru. Disini juga saya akan bereksperimen bareng istri saya,,:p. Dan menemukan anak baru. Hahaha

� Tulisan ini dipersembahkan untuk ian abuhanzhalah dalam event : Saya menulis tentang nikah�




*)Gambar dapet setelah ngopi dulu di:
detikSearch(jupe), Ardi cahyono (Aura Kasih), Foto Unik dan Aneh (pakaian dalam), Rujak manis (Diansastro),
Rekceri's Blog (Agnes), CV. Rheitama Mandiri (alat kimia), BPK Penabur (laboratorium).

Kamis, 06 Mei 2010

Cerita Sang Cerpenis

Maen-maen ke blog temen, lagi pada ikut lomba review ternyata..




Lomba apaan?


Nyambut postingannya yang ke-1000, mbak fanny bikin lomba review gitu.. Syaratnya gampang dan hadiahnya pun lumayan, yaitu beberapa novel yang dia punya kayak
  1. Orange karya Windry Ramadhin
  2. Mayoret jutek karya Beby Haryanti Dewi
  3. Ghostgirl karya Tonya Hurley
  4. I only sleep with super model karya Fajar Nugros
  5. The girls of Riyadh karya Rajaa Al Sanea
  6. Roses are red karya James Patterson
  7. Winter in Tokyo karya Ilana Tan
  8. Kekasih Marionette karya Dewi Ria Utari
  9. Kala lonceng berdentang karya Kennaz H. Imamah
  10. My stupid boss karya chaos@work
Mbak fanny kan punya banyak blog tuh, semua bisa di review.. Antara lain:

THIS IS MY JOB

sang cerpenis bercerita

SANG PELANCONG

TIME.MINE

GRAHA SASTRA

MISS GAPTEK BELAJAR

GUDANG AWARD

A PLACE FOR MY THOUGHTS

Keterangan selengkapnya bisa dilihat di  sini. Cari aja yang berlogo






Mbak Fanny itu siapa sih..?


Pastinya dia manusialah.. Tapi menurutku sih dia adalah orang yang gemar dan bakat banget nulis, berwawasan tentunya, dan diberi kesempatan lebih untuk berada di depan komputer untuk ngurus blog.






Terus kamu mau review yang mana?


Jangan pake istilah review ah, terlalu profesional dan gag pribumi banget. Aku kan masih amatir dan cinta bahasa Indonesia. Jadi pake istilah "mengulas kembali" aja ya..


Iya,,iya..terus kamu mau "mengulas kembali" blognya mbak fanny yang mana..?


He He..gag sabaran banget sih..
Aku mau ngomongin yang sang cerpenis bercerita. Tapi aku gag mau ngebahas tentang gaya penulisannya yang bergaya cerpen dengan beragam petuah-petuah di balik ceritanya (ceritanya gag cuma fiksi, tapi juga tentang kesehariannya) namun akhir-akhir ini dia lebih sering ngomongin novel-novel yang jadi hadiah lomba.

Aku juga gag akan ngebahas tentang kesukaannya dengan strowberry. Katanya sih gini, "ngefans berat dengan buah stroberi. Rasa asam manisnya membuat hidup lebih berwarna."


 Saking ngefans-nya, dia make gambar profil
Ini gag berati mbak Fanny suka maem strowberi dari sendal, ato strowberi rasa sendal. Mungkin ini karena pas beli, sendal yang ini yang paling murah. Tampak kalo ini barang obral diskon. (^_^)v

Dan aku gag kan ngebahas gambar header mbak Fanny yang


(cerpenis banget bukan?). Tampak mbak Fanny ingin bicara ke kita kalo blog ini milik seseorang yang gemar menulis cerpen di blog dari depan komputer (penggambaran yang cetek,hehe.)

Nah yang mau aku tekenin di ulasanku adalah tentang kecepatan akses sang cerpenis bercerita. Karena tiap aku berkunjung, waktu sang cerpenis bercerita loading cukup buat kita bikin kopi dulu..
Karena penasaran, aku cek di iweebtool.com. Hasilnya..


Angkanya tampak kecil, tapi ini konon terlalu lama bagi sebuah blog. Leletnya akses kemungkinan karena template yang dipakai serta widget dan gadget yang ada terlalu berat. Atau kecepatan koneksiku yang sebenernya lambat. Hanya tuhan yang tahu kawan..

Kata mbak Fanny, dia bikin lomba ini gag karena pengen rankingnya naik tapi hanya ingin membudayakan membaca bagi para blogger. Jadi saya pun ikut lomba ini bukan semata pengen menang, tapi juga karena pengen belajar nulis, juga sebagai wujud ingin menjalin persahabatan sesama blogger, dan biar temen-temen tahu kalo di dunia ini ada blog yang sekeren sang cerpenis bercerita. Banyak hal yang akan kalian dapatkan dari sini. Gag kayak kalian berkunjung ke separonyolong yang sederhana dan biasa ini.

Kalo mbak Fanny berbelas kasihan ngasi saya satu dari novel hadiah, saya ngidam yang  My stupid boss karya chaos@work itu..


Ya udah, moga menang deh bro.. 

Dan bagi yang suka dengan "ulasan kembali" si tukang colong, pilih dia di sini ya..

 


Makasi brada..^_^

 
Pulsating Superman Logo Pointer