My Experience

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pantai LOMBANG ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Masjid Jami' Sumenep ( Masjid Agung )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Taman Adipura ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

SMPN 1 SUMENEP

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pulsating Superman Logo Pointer
Pulsating Superman Logo Pointer

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience
Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2009

RESENSI FILM MERAH PUTIH

Sebentar malam rencananya nonton ama temen Film kolosal Merah Putih yang berapa waktu terakhir ini sempat nongol iklannya di beberapa stasiun TV . Film ini paling tidak bisa menjadi pelepas dahaga akan film perjuangan Indonesia, yang selama ini dinina bobokkan dengan film horror dan vulgar.

Karena penasaran dengan film ini, aku mencoba browsing untuk mengetahui lebih banyak sebelum nonton, berikut ulasannya :

Merah Putih merupakan film Indonesia yang dirilis pada 13 Agustus 2009 yang disutradarai oleh Yadi Sugandi. Film ini dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, dan Astri Nurdin.

Tak tanggung-tanggung, biaya produksi dan promosi untuk film yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah berjudul MERAH PUTIH dikabarkan mencapai Rp60 miliar.

"Dana tersebut mencakup pembuatan tiga seri film MERAH PUTIH karena memang dijadikan sebagai film trilogi," kata produser dan penulis film MERAH PUTIH, Conor Allyn, di Semarang, Jumat (14/08).

Menurut dia, pembuatan film dengan dana sebesar itu memang masih kalah dibandingkan dengan film-film sekelas Hollywood yang kisarannya US$175 juta.

Namun, lanjutnya, untuk pembuatan film-film di Indonesia, dana sebesar itu memang terbilang tinggi, sehingga pihaknya menyiasatinya dengan membuat film menjadi tiga bagian (trilogi).

"Kalau soal kualitas, kami menjamin film MERAH PUTIH tidak kalah dengan film-film Hollywood karena pembuatannya juga menggandeng beberapa pihak yang telah malang melintang menggarap film terkenal," kata Conor.

Di antaranya, ahli spesial efek Inggris Adam Howarth yang pernah menggarap film SAVING PRIVATE RYAN, HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE dan sutradara senior Inggris Rocky McDonald yang telah menjajal kemampuannya dalam film MISSION IMPOSIBLE II dan THE QUIET AMERICAN.

Sedangkan aktor yang membintangi film itu, antara lain Lukman Sardi yang berperan sebagai Muslim (pernah membintangi LASKAR PELANGI, QUICKIE EKSPRESS, 9 NAGA, dan GIE) dan Donny Alamsyah yang pernah membintangi FIKSI, 9 NAGA, dan GIE, serta Darius Sinathrya yang berperan sebagai Marius, paparnya.

Menurut dia, MERAH PUTIH adalah film yang menggambarkan kisah perjuangan para pahlawan saat tahun 1947 silam melawan Belanda yang melancarkan agresi dipimpin Van Mook dan menyerang jantung kota Jawa Tengah.

"Karena itu, sebagian besar adegan diambil di Semarang, di antaranya di Gedung Lawang Sewu, daerah Bandungan, lereng Gunung Ungaran, kawasan Tinjomoyo dan Candi Baru Semarang," katanya.

Film produksi bersama PT Media Desa Indonesia dan Margate House Ltd yang disutradarai Yadi Sugandi tersebut telah merampungkan sekitar 60% penyuntingannya dan siap diputar untuk seri pertama film MERAH PUTIH mulai 13 Agustus.

"Yadi Sugandi merupakan pembuat film dan penata terbaik yang telah berpengalaman menangani LASKAR PELANGI, UNDER THE TREE, TIGA HARI UNTUK SELAMANYA, dan THE PHOTOGRAPH," kata Conor.

Sementara itu, aktor Donny Alamsyah mengatakan, proses pembuatan film tersebut tidak mudah, sebab harus melalui beberapa proses casting secara bertahap dan para pemain harus mengikuti pelatihan militer untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

"Apalagi proses pembuatan film MERAH PUTIH banyak menampilkan adegan di luar ruangan sehingga membutuhkan daya tahan yang prima, terutama saat syuting di daerah Bandungan yang berhawa sangat dingin," kata aktor yang berperan sebagai Thomas itu.

Teuku Rifnu Wikana yang memerankan tokoh Dayandi film itu juga mengungkapkan hal serupa karena beberapa kali harus mengubah karakter yang harus dimainkan.

"Namun, saya sangat tertarik dengan tema yang ingin diangkat film ini, yaitu nasionalisme, persatuan, persahabatan, dan toleransi agama untuk bersama-sama berjuang merebut kemerdekaan," kata Rifnu. demikian yang dilangsir oleh kapanlagi.com.

Film �Merah Putih� bercerita tentang kehidupan 5 pria di Sekolah Tentara Rakyat setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Tomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola) dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka satu, menjadi pejuang yang kemerdekaan.

Kehidupan di pemusatan latihan tentara yang keras, membuat mereka harus belajar banyak soal dunia militer. Salah satunya tidak membuat keonaran dan kesalahan yang bodoh, kalau tidak, mereka akan dihukum. Awalnya perbedaan latar belakang suku, agama dan ras membuat beberapa hal tidak berjalan mulus, terutama antara Tomas dan Marius.

Tomas berasal dari keluarga peternak ayam yang bersuku Manado dan beragama Kristen. Sedangkan Marius adalah kaum atas asal Batavia. Alasan mereka pun berbeda untuk menjadi tentara, Tomas lebih berniat karena dia ingin membalas dendam atas ayahnya yang dibunuh tentara Belanda.

Saat itu memang Jepang sudah menyerah, namun Belanda berniat ingin mencaplok Indonesia lagi lewat agresi militernya. Mereka pun bersama tentara lainnya ditugaskan untuk memaksa Belanda mundur lewat pertempuran �hidup atau mati�.


Berikut adalah trailer film tersebut, atau kunjungi langsung situsnya DISINI



Sumber :

1. Kapanlagi.com

2. http://angga.web.id/

Senin, 03 Agustus 2009

FILM MERANTAU : UPAYA PELESTARIAN PENCAK SILAT HARIMAU

Aku juga belon sempat nonton sih, cuman iklannya doang yang membuat saya menarik untuk mengetahui lebih banyak tentang film ini, makanya saya browsing di beberapa situs, yaitu : vimeo.com ; kapanlagi.com ; buayafilm.blogspot.com , yang saya rangkum berikut ini.

Tema film laga sempat menjadi primadona juga di kancah perfilman Indonesia dulu, tapi seiring bangkitnya lagi dunia film kita saat ini, belum ada satu film pun yang bisa membangkitkan momentum kembalinya film aksi yang menampilkan budaya bela diri khas Indonesia ini yaitu Pencak Silat. Menilik kesuksesan Thailand dalam mempopulerkan seni bela diri khas negara mereka dalam film �Ong Bak�, harusnya Indonesia juga bisa berusaha menampilkan hal yang serupa.

Tapi sesaat lagi sepertinya hal ini akan segera terwujud lewat kepedulian beberapa anak bangsa yang bakal memproduksi film berjudul �Merantau�, sebuah film yang coba membangkitkan dan mengharumkan kembali budaya Pencak Silat di perfilman Indonesia, yang juga moga moga bisa berbicara banyak di kancah mancanegara nantinya.

Yang lebih unik lagi film ini justru ditulis ceritanya dan disutradarai oleh seorang yang bukan asli Indonesia tapi sutradara bule asal Inggris bernama Gareth Evans. Gareth yang adalah fans berat film aksi laga ini sendiri telah bermukim di Indonesia sejak satu tahun yang lalu, tepatnya setelah menyelesaikan juga sebuah film dokumenter tentang Pencak Silat berjudul �Land of Moving Shadows�. Sesuai dengan judulnya yaitu �Merantau� tadi, sedikit banyak film baru ini juga akan mengangkat cerita dari tradisi yang sangat terkenal dari masyarakat Sumatra Barat itu, sebuah budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad silam.

Pemain: Iko Uwais, Siska Jesika, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal.

Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat.

Dari Minangkabau yang tenang dan penuh kenyamanan, Yuda harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Tak kunjung menjadi guru silat, nasib pun mempertemukan dirinya dengan Adit (Yusuf Aulia) dan Astri (Siska Jesika), kakak beradik yang akhirnya menjadi korban sebuah organisasi human trafficking, pimpinan Ratger (Mads Koudal). Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya.

Yuda pun harus berhadapan dengan organisasi mafia, dan ia harus melawan kaki tangan Ratger, Luc (Laurent Buson) dan Johni (Alex Abbad) dan anak buahnya. Demi sebuah kebebasan, Yuda bersama Astri dan Adit melarikan diri dari para preman-preman dan mucikari yang terus mengejar mereka.

Sebelum menggarap MERANTAU, Gareth terlebih dahulu melakukan research ke seluruh Indonesia mengenai pencak silat, dan pilihannya jatuh kepada pencak silat Harimau asal Minangkabau. Sebagai film dengan genre drama action, MERANTAU menyuguhkan adegan-adegan penuh action yang belum pernah ditayangkan di film laga lokal.

Dari sisi sinematografi, Gareth mampu menampilkan tontonan yang apik meski dengan budget 'terbatas', sekitar 15 miliar rupiah. Alhasil, adegan kejar-kejaran dan perkelahian melewati gang-gang sempit dan bahkan adegan ketika Yuda berkelahi di atas tumpukan-tumpukan bambu, terlihat sangat apik. Tak heran jika sebelum premier di Tanah Air, film ini telah mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan Jogya beberapa waktu lalu.

Selain untuk mengangkat pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia ke dunia internasional, MERANTAU ingin mengajak semua generasi muda Indonesia lebih mencintai dan bangga terhadap budaya asli Indonesia. Karena sesungguhnya, budaya asli Indonesia harus dipertahankan. Jika orang luar saja tertarik untuk membuat film dengan latar belakang budaya Tanah Air, kenapa kita yang lahir di Indonesia justru tidak bangga dengan budaya milik kita sendiri?

Berikut adalah Traillernya dan anda juga bisa berkunjung di site khusus film ini, DISINI

Merantau Trailer (SD) from Merantau Films on Vimeo.


Jumat, 10 Juli 2009

'HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE' Cinta Segitiga Harry Potter

Pemain: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Michael Gambon, Jim Broadbent, Alan Rickman, Tom Felton, Bonnie Wright

Years ago, I knew a boy who made all the wrong choices. His name was Tom Riddle. Today, the world knows him by another name�, Voldemort!�

Kalimat itu diucapkan oleh Kepala Sekolah Sihir Hogwarts paling terkenal, Albus Dumbledore (Michael Gambon), saat menjalani tugas barunya sebagai private lecturer alias pembimbing pribadi Sang Terpilih, Harry Potter (Daniel Radcliffe).

Di tahun ke-enamnya di Hogwarts, Harry memang sedang disiapkan untuk sebuah tantangan besar, menaklukkan penyihir hitam paling berbahaya sepanjang masa, Lord Voldemort (Ralph Fiennes). Sesuai kalimat pembuka di atas, dalam persiapannya Dumbledore dan Harry mengajak penonton menelusuri sejarah dan masa lalu si Pangeran Kegelapan.

Harry Potter (Daniel Radcliffe) menyadari bahwa ancaman Lord Voldemort belumlah usai. Walaupun keadaan cukup tenang, namun Harry yakin bahwa musuh besarnya ini sedang merencanakan sesuatu. Harry bahkan yakin bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam Hogwarts.

Bersama gurunya, Dumbledore (Michael Gambon) dan Professor Horace Slughorn (Jim Broadbent), Harry mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan terakhir dengan Voldemort.

Di saat yang sama, Harry menemukan sebuah buku ramuan sihir milik seseorang bernama Half-Blood Prince. Dari buku ini, Harry kemudian mempelajari banyak ramuan sihir yang berguna bahkan cenderung membahayakan.

Di sisi lain, Harry kemudian terlibat cinta segitiga antara dirinya, Ginny Weasley (Bonnie Wright) dan Dean Thomas (Alfie Enoch). Apakah mereka akan menyadari bahwa bahaya sedang mengancam ketentraman Hogwarts?

Semakin mendekati ending, suasana suram makin terasa karena lebih banyak adegan kekacauan dan pertempuran yang ditampilkan. Makanya Motion Picture Association of America (kayak badan sensor-nya gitu deh) memberi label �PG� alias �Parental Guidance suggested� untuk film ini.

Selain Half Blood Prince, The Prisoner of Azkaban juga punya label yang sama. Tapi ada kabar bagus buat yang kangen pingin nonton Quidditch. Tenang ajaaa�, setelah absen nongol di dua film Harry Potter sebelumnya, David Yates (sutradara) akhirnya menyajikan pertandingan Quidditch full seperti yang ada di The Sorcerer�s Stone.

Seperti pada film-film Harry Potter sebelumnya, Half Blood Prince nggak setia dengan bukunya. Ada cerita penting di buku yang nggak dimasukkan di sini, dan ada beberapa adegan tambahan yang nggak ada di buku. Katanya sih supaya makin seru�!!

Film keenam dari serial HARRY POTTER disutradarai oleh David Yates yang juga menyutradarai film kelimanya, HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX.

Film ini menghabiskan biaya sekitar Rp. 2,5 triliun rupiah.

Berikut Trailler Film HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE






Sumber : KapanLagi.com

Minggu, 28 Juni 2009

'KING', Bukan Film Biografi Liem Swie King


Pemain :
  • Rangga Raditya
  • Lucky Martin
  • Surya Saputra
  • Mamiek Prakoso
  • Ariyo Wahab
  • Wulan Guritno
  • Argo �aa Jimmy�
Sutradara :
  • Ari Sihasale
Penulis :
  • Dirmawan Hatta
Satu lagi film karya anak bangsa yang layak untuk ditonton oleh anak2 kita sebagai salah satu film yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam mengejar cita-cita. yang saya himpun dari berbagai sumber.

Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King...

Mendengar cerita ayahnya tentang �KING� sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, sebagai sahabat setianya Raden pun selalu berusaha membantu Guntur, walaupun kadang bantuan Raden tersebut justru seringkali menyusahkannya. Namun dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti � LIEM SWIE KING..SANG IDOLA!

�KING�His spirit is in my soul�

Jika Anda membayangkan film KING adalah film biografi Liem Swie King, bersiap-siaplah untuk kecewa. Tapi kekecewaan itu justru memberi kejutan saat Anda menontonnya. Ari Sihasale pandai meramu kisah hidup legenda bulutangkis era 70-an itu menjadi film yang mampu membangkitkan semangat penontonnya untuk selalu berusaha maksimal mengejar impian.

Paham bahwa film biografi cenderung membuat penonton jemu, dihadirkanlah Guntur sebagai pemain utama. Anak SD yang dibesarkan sendirian oleh ayahnya (Mamiek Prakoso). Sebagai seorang komentator untuk pertandingan bulutangkis di depan rumahnya, ayah Guntur berharap anaknya dapat menjadi juara bulutangkis, seperti idola dia dan ayahnya, Liem Swie King.

Ayah Guntur hanya bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. Dia sangat mencintai bulutangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada Guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulutangkis. Karena itulah, Guntur diperlakukan dengan keras dalam hal latihan bulutangkis. Guntur, ditandingkan dengan pemain yang jauh lebih tua dan bepengalaman.

Tentu kekalahan yang dialaminya. Bukannya menghibur, Guntur justru dimarahi oleh ayahnya atas kekalahan tersebut. Mendengar cerita ayahnya tentang King sang idola, yang selalu dibanding-bandingkan dengan dirinya, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada di hadapannya.

Sahabat setianya, Raden dan Michele pun selalu berusaha membantu Guntur. Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan Indonesia.

Ketika seleksi pendaftaran seleksi beasiswa Djarum untuk bulutangkis dibuka, Guntur berlatih jauh lebih keras. Didampingi sahabatnya, Guntur fokus pada seleksi tersebut. Guntur berhasil lolos pada seleksi awal, untuk dilanjutkan ke seleksi akhir di Kudus. Masalahnya, jarak Banyuwangi ke Kudus tentu bukan perkara mudah untuk seorang anak pengumpul bulu angsa. Itupun dengan pertaruhan, belum tentu Guntur diterima.

Seolah ingin bertutur di mana ada kemauan pasti ada jalan, Ari Sihasale memberikan rangkaian perjalanan yang indah dalam mengantar Guntur ke Kudus. Bukan hanya kisahnya, visual landscape yang ditawarkan sangat menggoda. Mampukah Guntur mewujudkan impiannya dan ayahnya? Seberapa kuat dia bertahan dari persaingan saat di karantina? Bisakah dia bertemu Liem Swie King, sang idola?



Selamat menonton,...... dan selamat mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat


Jumat, 26 Juni 2009

Nonton Yuk ; GARUDA DI DADAKU ; KITA PUNYA BENDERA


Untuk mengisi liburan sekolah akhir tahun pelajaran, alangkah baiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, alternatif lain terutama untuk kalangan bapak2 dan ibu2 yang sudah mempunyai anak ,..... seperti saya tentunya. Menonton film yang dapat dijadikan sebagai spirit dan teladan adalah salah satu alternatif.

Berikut adalah sinopsis dan trailer 2 (dua) buah film yang patut ditonton dalam mengisi liburan ini.

GARUDA DI DADAKU
Berikut ini adalah Sinopsis selengkapnya film Garuda di Dadaku yang saya ramu dari berbagai sumber .

Bayu, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki satu mimpi dalam hidupnya yakni: menjadi pemain sepak bola yang hebat dan handal. Setiap hari dengan penuh semangat, ia menggiring bola menyusuri gang-gang di sekitar rumahnya sambil mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis dan berlatih sendiri di sana.

Heri, sahabat Bayu penggila bola, sangat yakin akan kemampuan dan bakat Bayu. Dialah motivator dan �pelatih� cerdas yang meyakinkan Bayu agar mau ikut seleksi untuk masuk Tim Nasional U-13 yang nantinya akan mewakili Indonesia berlaga di arena internasional.

Namun Pak Usman, kakek Bayu, sangat menentang impian Bayu karena baginya menjadi pemain sepak bola identik dengan hidup miskin dan tidak punya masa depan.

Dibantu teman baru bernama Zahra yang misterius, Bayu dan Heri harus mencari-cari berbagai alasan agar Bayu dapat terus berlatih sepak bola. Tetapi hambatan demi hambatan terus menghadang mimpi Bayu, dan bahkan persahabatan tiga anak itu terancam putus. Terlalu mulukkah impian Bayu untuk menjadi pemain sepak bola yang hebat?


So... Bagi teman-teman ingin tahu lebih jelas tentang kisah cerita yang ada dalam film Garuda di Dadaku ini, maka tidak ada salahnya mencoba untuk menonton filmnya di bioskop-bioskop terdekat dengan kota anda.



FILM KITA PUNYA BENDERA

Kita Punya Bendera merupakan film Indonesia yang dirilis pada 15 Agustus 2008 dengan disutradarai oleh Steven Purba. Film ini dibintangi antara lain oleh Paulus, Bima Anggara, Robby Tumewu, dan Hengky Solaiman.

Film ini adalah sebuah film proyek idealis, di tengah perfilman indonesia yang kalau gak film horor, film komedi jorok atau film islami. Ia bagaikan air segar di tengah air butek perfilman nasional. Film ini diangkat dari dunia anak2, yang di dalam dunia mereka sendiri melihat dunia dengan sederhana. Mereka tidak seperti kita orang dewasa yang sibuk mempersoalkan perbedaan agama dan keturunan.

Menceritakan persahabatan sekelompok anak dari berbagai suku bangsa di sebuah Sekolah Dasar. Dikisahkan, Timmy seorang bocah keturunan Tionghoa yang duduk di bangku kelas 5 SD bersahabat akrab dengan Jarwo (Jawa), Nia (Bali), dan Romy (Batak).

Pada saat ujian kenaikan kelas, semua murid harus mengisi formulir isian siswa yang salah satunya harus mencantumkan asal usul keturunan. Disilah konflik terjadi antara identitas diri Timmy dengan institusi pendidikan, dalam hal ini diwakili oleh sang guru. Timmy menulis keturunan Jawa, karena ia lahir di Jakarta dan Jakarta adalah bagian dari pulau Jawa.

Ketika sistem pendidikan menyadarkan mereka akan adanya pembedaan berdasarkan etnisitas, para bocah ini justru menemukan hal mendasar yang mampu mempersatukan mereka. Maka dimulailah perjuangan para bocah untuk membantu Timmy menemukan jati dirinya. Tentu dalam kemasan dunia anak-anak yang terkadang lucu, lugu, polos, tetapi juga bisa mengharukan.



Semoga dapat menjadi tontonan yang mengasyikkan buat keluarga. Selamat berlibur...

Selasa, 02 Juni 2009

'VIRGIN 2 : BUKAN FILM PORNO'


Masih belum hilang dari ingatan kita film Virgin yang digawangi artis muda Laudya Cinthia Bella, Ardina Rasti, dll. Dimana film yang booming tahun 2005 ini pernah mengundang kontroversi di beberapa pihak masyarakat karena dianggap mengadaptasi budaya barat dimana sex bebas dihalalkan.

Dilain sisi, film ini ternyata malah membuka realitas bagaimana sebenarnya wajah pergaulan remaja Indonesia di kota-kota besar.

'Virgin 2' dirilis masih di bawah bendera Starvision sebagai rumah produksi. Produser film tersebut Chand Parwez merilis film tersebut bukan karena alasan mencari keuntungan semata.

"Kita butuh sebuah ilustrasi untuk mengantisipasi sebuah persoalan yang makin marak belakangan ini, traficking, pelacuran remaja di bawah umur, remaja dijebak ke dalam narkoba," urai Parwez saat berbincang dengan detikhot (20/5/2009).

Menurut Parwez, dalam film tersebut memang tergambar segala persoalan yang disebutkannya di atas. Namun kemudian akan ada sebuah solusi yang memperlihatkan kalau kasih sayang dalam keluarga bisa mencegah remaja terperosok ke dunia hitam.

Parwez berharap 'Virgin 2' tidak menjadi kontroversi seperti Virgin 1. Karena menurutnya dengan film yang dibintangi Joanna Alexandra itu kesadaran masyarakat akan terbuka.

"Jangan sampai film ini dianggap sebagai sesuatu yang vulgar. Makanya ada tagline Bukan Film Porno, karena tidak ingin dicap sebagai film porno," jelasnya.

Bagi yang belum sempat nonton,............. berikut sinopsisnya :

Tentang persahabatan dua orang remaja putri Tina dan Nadya yang terjerumus ke profesi kelam yang seharusnya tidak mereka lakukan di usia mereka. Masa remaja bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Persahabatan seringkali harus dibayar dengan mahal, dan diakhiri kematian tragis, justru ketika mereka ingin merubah jalan hidupnya.

Tina (Christina Santika, 16 th), sebelumnya seorang siswi SMA dengan kepribadian yang cuek dan lebih pendiam, dia hanya memiliki satu orang sahabat bisu bernama Kenny (Neyna Lisa Bartlett), Kenny bisu akibat usaha bunuh diri yang gagal dan mengakibatkan pita suaranya rusak. Tina diusir oleh Ibunya karena dituduh telah menggoda kekasih Ibunya. Kenyataannya, kekasih Ibunyalah yang ingin mencumbu Tina. Tina berusaha membela diri, tapi Ibunya lebih mementingkan eksistensi hubungannya dengan sang kekasih. Setelah kejadian itu, Tina kehilangan tempat bernaung, dia bertemu dengan temannya bernama Steffie (Wichita Satari).

Steffi menunjukkan betapa baik hatinya sebagai seorang teman. Tina terharu oleh kemurahan hati Steffi yang mau menampungnya. Tapi semua itu hanya kebohongan belaka, karena Steffi menjual Tina pada seorang Mucikari yang bernama Yama. Tina disekap di sebuah apartemen, diperkosa oleh Yama dan kemudian dipaksa untuk melayani klien-klien Yama. Hingga akhirnya Tina menemukan satu kesempatan untuk lari dari Yama. Di dalam proses pelarian itulah akhirnya Tina bertemu dengan Nadya.

Nadya (Joanna Alexandra, 19 th), berprofesi sebagai seorang Disc Jockey. Nadya diusir oleh orang tuanya gara-gara ketahuan hamil oleh Raymond (Ramon Y Tungka), seorang remaja yang jadi bandar narkoba. Setelah Raymond ditangkap Polisi, Nadya hidup dengan sahabatnya yang bernama Mitha (Smitha Anjani, 19 th). Mitha menumbuhkan semangat Nadya setelah ditinggal Raymond, mereka bersahabat sejak SMA. Namun sayang Mitha seorang pecandu berat, yang akhirnya lebih memilih narkoba, daripada sahabatnya Nadya.

Pertemuan Tina dengan Nadya, membuat mereka saling melengkapi satu sama lain. Tina merasa telah menemukan seseorang yang merubah pandangannya tentang hidup. Nadya juga merasa telah menemukan seseorang yang menyayanginya, dan mau mengerti dirinya, seorang sahabat sejati.

Apalagi yang diperlukan dalam hidup di luar keluarga, selain sahabat yang mengerti�! Banyak hal mereka lakukan bersama-sama. Dari mulai tinggal, hingga terpaksa jual kehormatan, karena mereka membutuhkan uang banyak untuk menyelamatkan Mitha akibat hutangnya yang besar pada bandar narkoba, bahkan akibat penyiksaan yang diderita Mitha, tangannya perlu diamputasi. Mitha terbaring dalam keadaan koma, sebagai sahabat mereka harus siap melakukan apa saja termasuk mengambil jalan pintas, melakukan kebaikan dengan cara buruk, tentunya harus siap menuai akibatnya. Nadya mengalami keguguran dan pendarahan hebat hingga ia meninggal.

Sementara Tina yang berusaha mencari pertolongan, malah ditemukan oleh Yama. Kembali Yama menganiaya Tina hingga babak belur. Tina sudah tidak kuat lagi, dalam ketidak berdayaan akhirnya Tina menemukan keberanian untuk melawan, dan Tina mengakhiri kebiadaban Yama. Tetapi, Tina tidak bisa menyelamatkan Nadya, seperti juga dia tidak bisa menyelamatkan Kenny yang memilih menabrakkan dirinya ke mobil dan mati, daripada hidup dalam kepedihan berkepanjangan.

dihimpun dari berbagai sumber.

 
Pulsating Superman Logo Pointer