My Experience

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pantai LOMBANG ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Masjid Jami' Sumenep ( Masjid Agung )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Taman Adipura ( Sumenep )

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

SMPN 1 SUMENEP

Kunjungi Pulau Madura ( Visit Madura Island ).

Pulsating Superman Logo Pointer
Pulsating Superman Logo Pointer

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience

My Experience
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 September 2010

Istilah Tua Versi Masing-Masing Agama

gambar dicolong dari ody dashboard
Tumben nyantai abis mandi sore. Biasanya selalu aja kejar-kejaran. Ada aja yang harus dikerjain. tapi kali ini libur. Otak relax, pikiran pun tenang. Inspirasi untuk posting blog pun dapet. Kali ini aku mau ngomongin istilah tua versi masing-masing agama.

Setiap ada masalah terutama di jurusan, aku ekspresikan, temen selalu ngingetin,"Udah jangan dipikirin, kita udah tua, bukan urusan kita lagi". Lho? Aku kan masih 20 taun..

Sempet aku baca dan denger, tapi entah dimana tepatnya, di dalam Weda (kitab suci  umat Hindu) mengatakan:
Kita baru dikategorikan remaja saat umur 40 taun, dewasa umur 70 taun, dan tua umur 90 taun. Dan ketika 20 taun kita masih hanyalah seorang anak-anak.
Mungkin kalo aku ngelakuin gaya hidup yang diperintahkan Weda, semua bisa kayak gitu ya? Dan istilah tua juga tergantung tempat kita berada. Kalo aku di panti jompo, mungkin aku yang paling muda. Kalo di TK, aku bisa yang paling gede tapi belum termasuk tua juga kan?

Tapi gimana pun fisiknya, jangan mau dibilang tua. Kita harus tetep muda dan segar dalam jiwa. Konon, berjabat tangan dengan kuat atau bangkit dari duduk dengan semangat bisa memperpanjang umur kita lho.

Nyangkut  istilah tua tadi, ada gag pengertian konkrit tentang istilah tua ini di agama lain? Atau ada yang punya pengertian tersendiri tentang istilah tua ini?

Jumat, 25 Juni 2010

Dateng 3+1 Dari 36


Baru selesai Matur Suksma nih. Sebuah kegiatan persembahyangan untuk berterima kasih kepada Tuhan. Tanpa Dia, kepengurusan HIMAKI yang ku pimpin ini gag akan berakhir kayak gini. Awal kepengurusan juga udah dilakuin Matur Piuning, ritual persembahyangan untuk memohon ijin agar kepengurusan selalu berjalan di jalur yang benar.

Karena alasan Cuntaka (gag boleh sembahyang karena lagi dapet ato punya sanak keluarga yang meninggal), lagi ada persembahyangan juga di rumah masing-masing, ato lagi gag mood (moga Tuhan selalu mood ama orang-orang kayak gini), jadinya yang dateng cuma 3 orang (ditambah 1 orang pemimpin persembahyangan yaitu Jaya) dari 36 total pengurus kecuali yang non Hindu yang dateng.

Miris emang. Rasa kecewa pada diri sendiri terasa karena gag bisa bikin semua dateng. Tapi hujan yang gag jadi dateng pada mendung hari ini, bikin aku yakin kalo doa kami ber-4 didengar oleh-Nya.

Makasi buat rahayu, dian, dan jayak yang udah mau nemenin kakak matur suksma. Makasi buat semua yang telah membantu menyukseskan kepengurusan yang ku pimpin selama setahun. Semoga kepengurusan selanjutnya bisa lebih baik. Harus.


*) gambar matur suksma dicolong dari Bali Yoga Canti

Sabtu, 22 Mei 2010

Petanda Tuhan di Hari Raya Kuningan

Kalo udah namanya hari raya, suasana religi kentel banget. Lebih kentel dari *****(baca:ingus). Dan aku jadi semakin menyukai pagi kali ini. Tenang, menghirup udara segar, menatap langit saat mentari belum muncul, kalo pun siangan dikit mentari akan menghangatkan tubuhmu dengan lembutnya.

Andai suasana ini bisa bertahan sampai hari usai. Sayang kotornya dunia gag bisa mempertahankan kondisi yang indah ini.

Saat hari raya kayak gini juga seperti biasa banyak SMS dari temen yang ngasi ucapan, dan kali ini iseng aku posting disini. hehe

Ini dari Jim:

Lewat senyum kita menyapa.
Lewat hape kita bercerita.
Lewat SMS ku ucapkan "Met Hari Raya Kuningan".
Dan tuhan senantiasa memberikan kebahagiaan untuk kita semua


Yang ini dari Ria, satu-satunya temen seangkatan yang udah nikah:

Mari lebur amarah, benci, dan dendam menjadi cahaya-cahaya kebahagiaan yang selalu menerangi dalam diri kita.
SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN


Ini dari dewa, temen SMA:

Seperti senyum memeluk damai.
Seperti cinta memeluk kebahagiaan.
begitulah sewajarnya manusia memeluk dharma.
Met Galungan dan Kuningan.
semoga membawa damai dan shanti di kehidupan


Dari DJ, temen kampus

Seperti janji embun pada daun di setiap paginya,
begitu juga pada kupu-kupu,
hingga janji umat pada sang pencipta membawa dharma ke puncak tertinggi.
Rahajeng Galungan & Kuningan.
Semoga semua hal yang baik datang dari segala penjuru alam.

Dari Amanda,sekretarisku di himpunan:

2 hati 1 cinta
2 insan 1 perasaan
2 mata 1 pandangan
2 tangan 1 pelukan
2 kaki 1 tujuan
2 darah 1 aliran
2 jantung 1 debaran
dan 1 bibir mengucapkan," Rahajeng Nyanggre Rahina Galungan lan Kuningan".
*^_^*


Ini dari wida, temen seangkatanku:

Beningkan hati dengan CINTA.
Cerahkan jiwa dengan KASIH.
Lalui hari dengan SENYUM.
Tetapkan langkah dengan SYUKUR.
Walau tangan tak saling berjabat.
Mata tak saling bertatap.
Setidaknya sebuah kata masih ada terungkap.
SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
Semoga senantiasa dalam lindungannya.


Ini terakhir dari kak Anom, alumni:

Tuhan tak pernah berjanji bahwa langit akan selalu biru.
Tuhan tak pernah berjanji bahwa langit akan selalu mekar.
Tuhan tak pernah berjanji bahwa mentari akan selalu bersinar.
Tetapi tuhan berjanji akan selalu bersama kita dalam setiap keadaan apapun.
Tuhan akan memberi pelangi di setiap badai.
Tuhan akan memberi senyum di setiap ait mata.
Tuhan akan memberi kewaspadaan di setiap cobaan.
Dan, memberi jawaban di setiap doa.
SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN


Bagus kan...:)

Dan terakhir aku mau bercerita tentang petanda tuhan yang ia berikan padaku. Berawal dari kamis lalu. Tiba tiba daksinaku keluar air. Sepertinya kelapa yang di dalemnya itu pecah. Baru ku lihat, dia gag kenapa-napa. Ya udah aku cuekin aja, cuma naro tisu di tempat air itu jatoh biar airnya gag kemana-mana.

Besok harinya ampe kemarin, hati berasa gag tenang. Bawaannya gelisah. Kepikiran sesuatu tapi gag tau apa. Kulihat ke belakang, gag, aku dah cebok.

Sambil memaksakan otak yang segede mentimun ini untuk berpikir ku teringat, daksina itu belum ku ganti! Yang seharusnya tiap purnama ku ganti. Dan kamis lalu itu adalah purnama!

Pantes aja rasanya gag enak. Ternyata aku gag menunaikan kewajibanku. Maafkan hambamu ini tuhan. Telah mengabaikan peringatanmu.

Bagi temen-temen yang gag tau daksina, satu bentuk jejahitan yang berbentuk serobong (silinder) terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, dan isinya berupa beras, uang, kelapa, telur itik dan lain-lain. Ya, daksina tersebut adalah sesajen yang dibuat untuk tujuan kesaksian spiritual. Daksina adalah lambang Hyang.Guru (Dewa Siwa) dan karena itu digunakan sebagai saksi Dewata. gambarnya kayak gini->
 Jadi buat temen-temen, pekakanlah jiwamu untuk merasakan, karena tuhan punya cara sendiri untuk mengingatkan umatnya. Sapa tau dia mau ngasi rizkinya ke kita..




*)gambar daksina dicolong dari kemoning ,gambar paginya dari bayem_kangkung

Senin, 10 Mei 2010

Yang Biasa dan Gag Biasa Saat Galungan

Hari raya Galungan dirayain umat Hindu tiap 210 hari.  Galungan jatoh tiap Budha (bahasa lainnya rebo) umanis wuku dungulan. Bagi yang gag ngerti aku ngomong pake bahasa apa, bisa dilihat di sini.

Karena tiap 7 bulan terjadi, jadi ada beberapa hal yang biasanya dilakukan. Dan pada galungan kali ini, ada aja yang menyimpang dari keteraturan. Kita ngomong dari yang biasa aja deh..

1. Yang Pertama..

Umat Hindu mendirikan penjor yang menurut orang sini itu melambangkan gunung. Segala macam jajan, umbi-umbian, dsb itu disimboliskan sebagai persembahan kepada bhatara (dewa) Gunung.


2. Yang Kedua..
Maaf buat yang muslim yang kedua ini mungkin kurang mengenakkan. namun tolong dibiasain aja ya.:)
Umat Hindu, sehari sebelum hari puncak galungan (rebo) memotong babi. Babi ini simbolis kemalasan. Dengan ritual ini diharapkan dunia akan terbebas dari sifat malas.


3. Yang Ketiga..
Perayaan Galungan dimulai dari hari selasa ampe kamis tapi rentetan upacaranya bisa dari jumat yang lalu maka di Bali bisa libur dari hari itu. Libur panjang, semua pada pulang, tanah rantauan jadi sepi. Contohnya Denpasar sekarang, lapang banget. Biasanya macetnya bikin mencret.

4. Yang Keempat..
Di FB (karena orang Bali jarang punya tweet) lagi ngomongin Galungan, (ya iyalah, secara namanya aja hari raya). Ngasi ucapanlah ato cuma pasang status tentang hal-hal mengenai Galungannya mereka. Saling ngasi ucapan media lain kayak SMS juga biasa dilakuin.

5. Saya mengecewakan seseorang lagi, berkali-kali malah untuk hari ini.

6. Yang Terakhir..
Namanya libur panjang, pasti sekeluarga besar bakal jalan-jalan..Kemana gitu..

Oke untuk yang gag biasa diantaranya *jrengg..!*

x) Operator hape saya (baca: XL) gag bisa beli paket SMS. Yang ada cuma paket nelpon gila. Kayaknya ini cara berpromosi. Karena penasaran, saya coba semua paket. Ternyata boros kalo dihitung-hitung. Udah pulsa abis buat gonta ganti paket, paketnya mahal lagi.

Pengen ganti kartu tapi semua orang udah pada tahu nomor saya.

Lucunya, besoknya paket SMS itu nongol! **(baca: XL) KEMBALIKAN PULSA GUE!!!

x) Berniat baik buat mandi tapi mati lampu. Ini sungguh gag biasa. Tapi saya tetap bertekat untuk mandi apapun yang terjadi. Oia, mandi rutin juga hal yang gag biasa lho buat saya..;p

x) Bila kebiasaan saat kuliah dilakukan saat liburan, itu gag biasa. Kayak saya, malah diem di kos saat libur panjang. Itu karena ada PIMNAS kemarin.

x) Adek saya juga gag dapet SMA tempat saya sekolah dulu. hanya karena terbentur otonomi daerah. Anehnya, panitia baru ngasi tahu saat pengumuman hasil seleksi. Sabar..sabarr..

Btw, saya gag menang lomba dari mbak fanny..*sedih*

Ok last..
Ini gambar terakhir saya..


















*) Gambar saya dapet setelah ngopi dulu di:
Universitas Warmadewa (penjor), Christmast at Bali (babi), Pande Baik (Jalan Sepi), Forum Ponsel (XL), The Adventure of Life (mati lampu), Universitas Mahasaraswati (PIMNAS), SMAN 1 Semarapura [group FB](logo SMA), Sunrayz Brockerz (ucapan galungan)

Jumat, 07 Mei 2010

Tata Ulang Hidup

Masih bersama saya, tukang colong kesayangan anda. Hihi.
Saya mau menceritakan pengalaman malam saya yang kemarin, baru sekarang bisa diposting karena sesuatu dan lain-lain hal.:)

Mencoba merasakan lebih dalam nikmatnya karunia-Nya di suatu malam. Ku sadar Dia itu ada. Dia memberikan jiwa yang besar ke teman-teman Asrama saya,meski gag bisa lolos ke babak selanjutnya di liga bukit tapi kini mereka sudah bisa ceria lagi.

Saat saya mulai merasa tertinggal dari teman-teman kuliah. Belum memulai penelitian ataupun memiliki kerjaan tetap. Namun Ia ngasi saya kesempatan ngajar lagi. Murid saya dulu kembali minta diajarin.

Dia selalu punya cara sendiri untuk memancarkan anugerahnya. Sekarang tinggal kita yang harus lebih peka untuk memaknainya.

Kini saat kurasakan hidupku gag teratur, ku putuskan untuk berubah. Tindakan penting dalam penataan ulang hidup yang ku lakukan adalah Membersihkan dan Merapikan Kamar Tidur!

Efek kemalasanku (kali ini jadwal yang bikin cacingan gag jadi kambing hitam lagi deh) kasur dan meja belajar gag tampak sebuah kamar seharga sewa 600rb per tahun!

Song: Dulu kamarku tak beginii..kini udah gag bersih lagii....

Setelah bersih-bersin cukup lama karena diselingi tidur bentar, maem bentar,maen bentar, Fiuh! Akhirnya selesai juga.

Kamarku bersih, dan barang yang lama hilang ketemu lagi. Gag kecuali tugas-tugas yang gag ku setor karena lupa ada tugas itu, ternyata nyelip. Bodoh.

Penataan ulang hidup gag sampe di kamar tidur doang,yang kedua adalah: Pergi Ke Kampus Meski Gag Ada Kuliah (lho?).

Ku mohon maaf ama ketua kelompokku,dewa, harusnya aku bantu dia ngurus Program Kreativitas Mahasiswa(PKM) kami. Tapi aku malah keasikan ngebersihin sekretariat HMJ. Sungguh bukan maksud saya kabur dari tugas. Hehe..

Sorenya, aku ama henny nyari gambar buat artikel tentang curhat jalan raya.

Di atas itu bukan gambar kamar saya, kamar saya kayak kandang lutung, gag serapi itu. Aku colong gambar itu dari Eshabe Bukan Dakocan!

Oia, selamat buat adikku dan semua siswa SMP yang lulus UN. Jangan sampai kalian salah memilih SMA ya adek-adek..:)

Jumat, 30 April 2010

Otonan

Hari ini saya otonan. Jadi musti pulang ke rumah untuk diupacarai meski sudah malem.

Apa itu otonan?
Itu kayak ulang tahun kalo di adat Hindu bali tapi dirayaen setahun dua kali. Tiap 210 hari sekali. Otonan itu gag pake tanggal tapi pake hari. Acaranya juga gag dirayain pake pesta. Kesakralan budaya tetap dijaga. Kalo masih bayi mungkin diadain upacara besar-besaran. Kalo udah gede ya pake ritual sederhana aja. Gag usah dijelasin disini, terlalu panjang nanti dan saya juga kurang terlalu paham prosedur ritualnya. :-)


Pernah denger jumat keliwon kan? Otonan berdasarkan kayak gitu juga. Jadi keliwon itu punya 4 sodara lain yaitu umanis, pahing, pon, dan wage. Saya lahir saat jumat pon wuku Juluwangi. Keluarga keliwon itu di Bali dikenal dengan Panca Wara yang hadirnya berurutan tiap hari secara silih berganti.

Apalagi itu wuku? Dan apalagi pula Juluwangi?
Wuku itu mirip kayak zodiak. Hebohnya disini, wuku ada 31! saya cuma hapal beberapa aja. Bodoh yak?
Satu wuku itu satu minggu. Beda kan ma zodiak yang sampai satu bulan.

Oleh karena itulah orang bisa otonan dua kali setahun. Karena itungannya, satu wuku bisa terulang dalam setahun

Masalahnya sekarang, kalo umur saya sekarang 20 tahun berati kali ini otonan yang keberapa? 39, 40, 41? Kalo tiap 1 oton itu adalah 210 hari.. *bingung*

Kamis, 08 April 2010

Sial di Sembahyang Ke Besakih

Belum selesai aku melanjutkan episode Tirta Yatra, kini aku mau bercerita tentang acara sembahyangku kemarin.

Sial. Banyak banget hal yang gag penting yang seharusnya gag terjadi saat sembahyang ke Pura Besakih kemarin. Padahal kemarin adalah hari yang sangat baik untuk ke pura terbesar di Bali itu. Gag hanya lagi ada upacara besar, tapi juga bertepatan dengan Budha Kliwon ama Kajeng Kliwon. Kedua hari itu adalah hari yang dianggap sakral dan suci bagi umat Hindu (kalau mau tahu kenapa, cari aja sendiri ya..).

Rencana awal saya kumpul di kos Eka jam setengah enam kemudian berangkat bertiga bareng ama Aristana (atau Kodok) juga. Tapi jadwal keberangkatan ngaret sejam lebih gara-gara males mandi, males berangkat, belum beli canang (persembahan atau sesajen), bunga, terjebak di warung lalapan yang pelayanannya super lelet (saking leletnya,saya sampai ganti menu ke menu yang paling cepat dibuat).

Jam tujuh malam kami pun berangkat. Gara-gara gag konsen, saya salah jalur yang akhirnya membuat kami melalui jalan yang lebih jauh karena harus muter.

Semula kami berangkat dengan penuh percaya diri. Meski langit mendung, tapi gag mungkin hujan. Ternyata hujan! Parahnya yang bawa jas hujan cuma saya dan Kodok. Eka ninggalin jas hujan beserta bunga yang akan dipakai sembahyang di kos!


Penuh hati-hati melalui jalan yang gelap, licin, dan curam. Rasa hujan waktu itu aneh, bikin pedas mulut. Sumpah.

Di Besakih, kami kehilangan dua bungkus canang saat selesai sembahyang! Padahal udah ditaro di tempat yang rapi. Kami tetap berusaha berpikir positif kalau mungkin ada yang gag sengaja ngambil karena dikira punya orang yang ngambil itu. Ato ini karma untuk ulah kami mengejek pedagang disana dengan menirukan cara mereka jualan. Habisnya penjual dagang disana kalo jualan kayak orang malak (sambil menodongkan gook ke leher) dan gag tentu canang yang dijual halal plus bersih.

Kami gag berusaha mikirin itu lagi. Memaksimalkan canang sebungkus yang selamat aja. Dengan penuh kemelaratan canang, kami pun melalui semuanya.

Di Pedarman (pura leluhur masing-masing), kami saling tunggu. Saat kami menunggui Kodok yang kebingungan nyari pedarmannya. Ternyata dia satu pedarman denganku. Kami tahu itu setelah sekian jam dia mencari. (-_-!)

Jam setengah dua pagi semua ritual sembahyang pun selesai. Pulanglah kami ke Bukit Jimbaran. Waktu di pura aku dan Eka gag ngantuk, makanya kami langsung pulang aja. Di jalan kami berdua baru ngantuk. Saat itu aku nge-bonceng dia. Tanpa tersadar aku tertidur, dia pun terlelap, akhirnya dua pemuda mabuk ngantuk berada dalam satu motor! Ngantuk ini hilang saat di jalan turunan tajam menikung kami hampir menabrak mobil gara-gara tanpa sadar kami sudah ada di jalur yang salah. Motor Kami di jalur kanan!

Mata udah ngantuk, perut mules. Mata berat, perut pun berat. Sepanjang jalan berusaha nyari posisi enak di sadel biar "itu" (baca: tai ) yang sudah diujung gag keluar. Cukup keringet dingin aja yang keluar.

Untung aku tahu adanya sebuah sungai deket jalan. Brojol-lah aku disana.Sungainya gelap. Jadi ngeri..

Fiuh. Perut lega, mata pun menyala. Kami siap melanjutkan perjalanan.

Tiba-tiba turun hujan! Berangkat kehujanan, pulang pun kehujanan. Sayangnya mata ini tetep ngantuk meski kehujanan bawa motor. Bandel.



Derita belum berakhir sampai disana, kini Eka yang tertidur. Berulang kali kepalaku diseruduk dari belakang. Karenan gag konsen lagi, aku menabrak kubangan besar dan motor kami tertekan ke belakang, bahkan hampir jatuh. Eka pun terbangun karenannya.
Aku mutusin buat jalan pelan-pelan aja . Kami sampai dengan selamat.

Untung hari ini gag ada praktikum jadi aku bisa istirahat dengan tenang. Gag ada praktikum yang kayak kemarin. Wida nangis karena bukunya dicoret seseorang tapi gag ada yang ngaku. Jadi inget masa-masa SD. Kejadian yang serupa sering kali terjadi. :-)


*)gambar dicolong dari hotspotbali

Rabu, 17 Maret 2010

Angka 20 di Nyepi tahun ini


Momen Nyepi baek banget buat intropeksi. Kapan lagi bisa nemu situasi yang bener-bener sepi, kalau gag di hari raya Nyepi di Bali. Kayak kata iklan di TPI,�Semoga keheningan bisa melahirkan kesucian hati�.
Saat pulang ke Beleleng dua hari lalu. Mencoba melewati jalan tikus yang biasa kulalui waktu kecil. Pergi berpetualang dengan teman sepermainan. Memancing memori nostalgiaku (tapi gag sampai nangis kangen terharu gitu kok).
Jam 4 sore. Aku masih di jalan. Sempat istirahat di jalan untuk memejamkan mata sejenak. Para muda-mudi sudah membawa ogoh-ogoh mereka ke Bale Banjar. Dikumpulkan dengan ogoh-ogoh yang lain. Dengan mobil pick-up mereka melaju pelan menghabiskan hampir semua ruas jalan. Terjebaklah aku dalam macet. Meliak-liuk gag lincah mencoba untuk lewat, dan berhasil!
Hujan. Seperti biasa. Hujan dikala Nyepi. Berbeda dengan tahun lalu yang sedang PEMILU, kali ini diijinkan untuk membuat ogoh-ogoh. Tapi gag sampai di kampung hujan sudah reda.
Disambut hangatnya senyum nenek. Lezatnya hidangan hari raya pun menggoda. Ajakan paman untuk ikut menonton arak-arakan ogoh-ogoh tak semenggoda itu.
Nyepi pun tiba. Ku bangun jam setengah tujuh pagi. Disini gag kayak Nyepi. Sama seperti hari biasa. Cuma gag ada kendaraan  aja di jalan. Semua orang ramai saling bercerita. Entah apa? Semua juga bebas menonton tivi.
Hey..!
Apakah mereka lupa Catur Bratha Penyepian? Gag boleh menyalakan api, mencari hiburan, bepergian, dan bekerja. Sedangkan disini, ke kebun seperti biasa,  membuat keramaian. Sinting. Inikah bentuk penghargaan terhadap agama mereka sendiri. Gimana umat lain mau menghargai? Operator seluler yang ku pakai, XL, aja menghargai hari ini. Ya aku juga tahu itu untuk menarik simpati pelanggan. Tapi lucu juga, begini kata SMS dari XL,�

�.

Dan benar saja. Ada berita heboh di facebook. Account bernama Ibnu Rachal Farhansyah disebarkan via SMS. Postingannya yang berisi kalimat: Nyepi sehari kayak tai, memancing emosi orang Hindu Bali. Tapi sekarang sudah agak mereda kasusnya. Dengan ribuan permintaan maaf dan permakluman yang dia tulis di dindingnya. Jadi kayak kasus Marsha versi facebook.
Aku gag niat lihat hape kemarin. Kan Nyepi. Tapi karena bila hapeku dimatikan, dia akan susah dihidupkan lagi, jadi gag kumatikan dan kudapati banyak SMS. Berisi ucapan hari raya, nanyain tugas, kuliah, dan berita heboh itu. Sempat bingung, bukannya Nyepi harusnya gag beraktivitas, tapi hape dan facebook tetep aja ramai oleh umat Hindu sendiri. Untungnya stasiun televisi nasional menutup siarannya di Bali, kalau swasta sih tetep tancap teruss�
Momen Nyepi kemarin juga lebih bermakna buatku. Hari itu tepat ulang tahunku yang ke-20! Sudah kepala dua kalau kata orang. Ulang tahun ini berarti lebih karena jatuh pada hari raya besar. Mungkin ini pesan dari-Nya untuk intropeksi lebih dalam. Yahh..memang harus itu yang ku lakukan. Umur dua puluh gag boleh lagi main-main dalam menjalani hidup (tapi harus tetap santai). 80 tahun lagi umurku 100 tahun soalnya (apa hubungannya?).
Dan hanya dua orang yang ngasi ucapan, pacarku dan mantanku. Karena memang aku sengaja tidak mengumbarnya ke khayalak banyak. Hehe
Resolusi untuk umur 20 ini adalah: sukses PKL, sukses menyelesaikan pemerintahan di HMJ (Himpunan Mahasiswa  Jurusan), sukses jadi SC (Sterring Comitte)  kepanitiaan di Jurusan, sukses Tugas Akhir I (TA I) atau Usulan Penelitian (UP), sukses menulis di blog, dan langgeng dengan pacarku yang sekarang. Semoga semua bisa terlaksana. Amin.
 Eh denger-denger Sriwijaya menang 6-1 lawan Selangor ya..? Sukur deh. Prestasi Negara gag nular ke klubnya..hehe..
Dan hari ini aku sudah sampai di Bukit lagi. Setelah melalui rute panjang dari bangun kesiangan, malu sembahyang, mampir ke rumah bibik eh orangnya gag ada, nyoba rute baru pake nyasar dan kedinginan tapi akhirnya nyampai kampung Karangasem, tidur sebentar, ke rumah Sauca(temen kelompok di kampus) buat tugas kelompok dan FINISH!

*)gambar dicolong dari:
http://cuapcuaputry.files.wordpress.com/2009/02/23022009_001.jpg

Minggu, 14 Maret 2010

Imbalan, Swallow, Ogoh-ogoh


Gag perlu memaksa. Cukup sekali dikasi tahu, maka akan direncanakan cara melaksanakannya. Gag perlu disuruh berulang kali. Apalagi setelah itu,   orang itu ditawari makan. Apa dikira sanggup menelan makanan pemberian orang yang memarahi kita? Dan setelah kita makan, apa yang sudah tertelan disebut-sebut lagi.
Sekarang semua serba dihitung untung rugi. Gag harus yang secara tersurat sudah ada tarifnya. Apapun sekarang mengalami hal sama. Seperti kata pak Seti@wan Dirgant@ra, untuk senyum ke orang pun sekarang susah. Kecuali sudah kenal atau ada maksud tertentu. Sama halnya dengan masalah menyapa orang lain atau membantu orang lain.
-oOo-
Saat tivi dikampung tumben normal, dapet denger berita terbakarnya pabrik sandal Swallow di Bogor. Hm..ini seperti teguran Tuhan. Secara sandal yang bahan dasarnya dari karet dan plastik. Gag ada sedikitpun bahan organik. Bahan yang susah banget  terurai oleh mikroba. Yang membuat perusakan alam makin parah. Yah dengan hilang satu pabrik, sedikit meringankan beban alam. Saatnya membuat sandal yang ramah lingkungan. Hehe
Tapi ini dari sudut pandang alam. Kalau dari segi kerugian ekonomi, polusi, dan lain-lain, lain lagi.


 -oOo-

Nyepi hari ini dilewatkan di kampung Buleleng. Gag bisa nonton lomba ogoh-ogoh di Denpasar deh. Tren ogoh-ogoh sekarang itu model melayang, berbagai pose biar memberikan efek terbang, baik sendiri maupun sedang duel dimana salah satunya menyerang yang lain seakan dia terbang. Emang sih unik. Dan tampak susah meski triknya sendiri sudah jadi rahasia umum.
Saya sendiri punya model ogoh-ogoh idaman. Mengikuti jaman modern sekarang yang pekat akan pengaruh teknologi, ingin membuat ogoh dengan bentuan teknologi. Mungkin secara visual. Dengan bentuan komputasi memberi efek tiga dimensi. Ogoh-ogoh bisa hidup seperti manusia. Jadi dia bisa melakukan gerakan yang gag mungkin dilakukan ogoh-ogoh sekarang. Bisa dilihat tapi gag bisa disentuh karena itu hanyalah efek. Hehe.
Ok. Itu mungkin terlalu menghayal. Ada lagi satu ideku. Gaya pembuatannya sih masih sama kaya model sekarang. Dari kertas, kayu, dsb. Tapi dari design dan model pengen rasanya bikin arsitektur menyerupai terminator yang terkesan kulitnya terkelupas sehingga tampak lapisan dalamnya yang berupa besi dan logam. Serem gag tuh?
Atau model Megazod (gitu kalo gag salah nulisnya). Itu lho robot raksasanya Power Rangers , tapi kali ini kepalanya berupa raksasa. Kan keren. Seram dan futuristik. Gag kayak yang sekarang, upin ipin, penyanyi dangdut, dan teletubbies dipaksa di serem-seremin. Aneh.
Untuk sekarang cukup berfantasi dulu. Karena gag bisa buat. Gag tahu caranya.
Saya dan segenap staff SEPARONYOLONG corp.(kayak punya aja), mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1932.

*) baca juga:
            Televisi Orang Bisu 

*)gambar-gambar di colong dari:

Kamis, 04 Maret 2010

Tirta Yatra episode. H - 1


Telepon dari ibuk adalah awal dari cerita ini. Padahal seharian belum tidur. Saat mulai terlelap jam setengah enam pagi,handphone ganteng punya orang yang gag ganteng bernyanyi. Sempat males untuk ngangkat tapi baru tahu dari ibuk seketika mata jadi takut terpejam. Dengan segenap tenaga yang masih tersisa terjadilah obrolan mesra antara seorang pemuda dengan perempuan yang melahirkannya yang sangat ia cintai.

Kata ibuk,, hari minggu besok perusahaan bapakku mengajak pegawainya tirta yatra ke Jawa. Mereka yang diundang boleh mengajak keluarga. Enggan sih sebenernya untuk ikut. Pesimis. Sabtu itu ada rerencana sembahyang ke beberapa pura dan ngajar sorenya. Kalau ditambah pulang kampung  selesai ngajar, pasti kecapaian banget esok harinya saat tirta yatra. Itu bila aku jadi ikut.

Setelah terjadi perdebatan yang sengit (mirip kaya sidang paripurna yang aku tonton tadi), diskusi yang hangat hangat taek ayam, jadilah aku salah satu patrisipan dalam tirta yatra(registrasi dulu ah). Kalau mendengar suara ibuk yang manyun. Terkesan banget dia mengharapkan semua anaknya ikut. Dari nada bicaranya terdengar dia begitu memelas. Jadi gag tega.
Bila dipikirkan mungkin serasa susah untuk melalui semua rencana kegiatan. Bila sudah dilakuin, bakal gag terasa kok. Bahkan kita akan gag sadar bahwa kita telah bisa melaluinya.
Aku pun demikian. Akhirnya bisa sembahyang ke pura-pura yang telah direncanakan dalam satu hari. Meski di pura terakhir gag sembahyangin semuanya. Cukup mepamit doang. Tapi gag apa-apalah. Setidaknya aku bisa.
Namun jam ngajar ngaret. Gag enak minta henny menghentikan acara chat nya. Dia baru mulai soalnya. Jadi aku tolelir lagi setengah jam sambil menunggu kepastian jam berapa muridku mau privat. Jam lima (kiku kiku 5x), kami berangkat ke Denpasar karena jadwal regular aku ngajar adalah jam 6 (itu anak belum juga ngasi kepastian!). Sebelumnya  mau nganter henny ke rumahnya(belajar jadi pacar yang baik).
Diperjalanan ada SMS dari kakak muridku,Icha. Dia bilang adiknya gag les hari ini. Hore! Terima kasih tuhan. Setidaknya aku masih ada waktu untuk istirahat dan menyiapkan diri untuk Tirta yatra besok.
Sebenernya jadwal ngajarku sudah banyak bolong. Karena bolos, de el el. Sebelum dapet SMS tadi, pikiran masih terfokus pada kesanggupan mengikuti tirta yatra besok. Dengan ditambah ngajar,pasti akan melelahkan. Gag hanya fisik, ngajar itu juga dituntut kesiapan pikiran. Dan aku gag ada niat untuk gag ngajar hari ini karena ini komitmen profesi.
Tapi tuhan lagi telah ngasi rahmatnya. Dia tahu apa yang aku butuhkan saat ini. Waktu lebih agar semua ku kerjaan dengan perlahan dan santai namun pasti. Bila lagi bermurah, Ia bisa memberi kita kesempatan lebih dari satu kali. Itu patut disyukuri dan jangan disiakan.
Pikiran beralih menjadi rasa gag enag karena banyak banget jadwalku ngajar dengan anak itu yang bolong. Udah kualitas ngajarku gag sebagus yang lain. Jarang ngajar pula! Kenapa ya dia gag ngajar hari ini? Apa di marah karenaku?
Sudahlah, lebih baik mikirin tirta yatra besok dulu. Masalah ngajar bisa ditebus di pertemuan selanjutnya dengan maksimal.
Baiklah, setelah dapet kabar itu aku balik ke Asrama, prepare untuk pulkam, dan GO!!!! Nganter henny ke rumahnya mataku sering banget tak tertahan untuk terpejam. Efek gag tidur seharian. Bayangan mimpi dan nyata makin sulit dibedakan. Dengan susah payah kudaratkan henny di tujuan. Fiuh. It�s time to go home..!
Dengan kondisi 11-12 kayak aku ngantar henny, tibalah aku di gubuk megahku. Sapa orang rumah bentar, ganti baju, tidur. Saking capeknya aku gag sadar kalau dikasi martabak oleh ibuk, aku juga gag sadar diajak ngobrol ma bapak. Atau jangan-jangan aku ngigau? (misteri)   
-oOo-
Ini janji saya untuk menceritakan pengalaman selama Tirta Yatra minggu lalu. Maaf dipotong sama rata jadi beberapa bagian. Abisnya kalo digabungin,panjang banget! Ini aja masih panjang. Dan kalau diresume,sayang,banyak yang harus diceritakan. Maaf bila gaya penulisan dan bahasa sangat jauh dari kata baik. Harap maklum ya para pembaca yang baik hati.. ^_^

Sabtu, 27 Februari 2010

Hari Raya Saraswati



Selamat Hari Raya Saraswati semua..
Bagi yang merayakan maupun yang gag merayakan.

Di hari raya Hindu yang dirayakan tiap 210 hari pada Saniscara Umanis wuku Watugunung yang katanya adalah hari turunnya ilmu pengetahuan saya menghabiskan waktu sampai postingan ini di publish dengan sembahyang, layaknya umat Hindu lain. Ini adalah kali pertama saya merayakan saraswati bareng Henny. Padahal masih ngantuk (selalu tertidur di jalan) gara-gara gag tidur (yang ini banyak sebabnya), laper karena begadang itu juga jadi tubuh kurang suplemen (obat multivitamin yang saya makan tadi pagi gag menolong banyak), sakit pundak entah mengapa, panasnya hari gara-gara efek global warming yang makin menggila namun saya tetap sembahyang berkeliling. Dan. . .

syukurnya saya bisa melaluinya. Asal ada tekad, kita pasti bisa. lagi semangat nih critanya karena ditemani pacar dan ditelepon ibuk paginya serta ngobrol banyak ama temen lama lewat sms serta termotivasi pak budi rahardjo yang tak pernah kenal lelah menjalani kesibukannya.

Pura yang saya sembahyangi dari pagi adalah padmasana kampus sudirman denpasar, berlanjut ke pura Blembong di belakang Rektorat kampus, padmasana Unud, padmasana FMIPA Unud, dan terakhir di pura Tanah Kilap. Fiuh.

Saat di MIPA ada kejadian lucu saat saya tiba-tiba ditunjuk jadi tukang foto terus jadi pengayah mangku. hihi

Sebentar lagi saya akan ngajar. Materi belum terkumpul. huh. Dan saya pun gag tahu jadwal les nya kapan. SMS saya gag dibalas sama murid saya. Ntar deh ta telp. Padahal ntar jam setengah tujuh ada undangan pengumuman lomba bsana kemarin. Astaga.

Udah dulu ya. Saya mau pulang dan langsur ngajar.Oia besok saya akan ke Jawa buat tirta yatra. tunggu ceritanya ya..hehe
Sekali lagi, selamat hari raya Saraswati..

Jumat, 26 Februari 2010

Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW

Tumben bisa libur dari sekarang sampai 3 hari kedepan. Sudah lama rasanya gag dapet libur kayak gini. Namun libur itu hanya status, kesibukan saya tetap saja gag berkurang. Efek dari sering menunda  pekerjaan. 

Kenapa libur?
Karena hari ini Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, besok adalah hari Saraswati, dan lagi dua hari adalah Minggu.

Sebenernya saya ingin membahas tentang Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang tepat jatuh pada hari ini namun saya kurang paham tentang ini berhubung saya bukan muslim. Jadi biar saya gag salah ngomong, anda bisa nyolong artikel dari pak setiawan. Disana disajikan lumayan lengkap tentang hikmah Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga ini bisa memberi info yang tepat. 

SELAMAT Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW ya bagi yang merayakan.. 
Semoga selalu yang tebaik yang terjadi di antara kita.

Btw,saya sekarang ada di KFC Jimbaran. Tadinya mau nyari bahan ngajar. Saya bikin deadinenya sih besok sore pas ngajar sudah bisa saya kasi ke murid saya. Semoga masih sempat. Mari bekerja..

LOMBA BUSANA ADAT KE PURA

Hari ini kegiatan ku cuma menemani delegasi Kimia yang jadi peserta lomba busana adat bali yang diselenggarakan FPMHD (Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma) Universitas Udayana. Susah banget nyari yang mau mewakili kimia jadi peserta. Padahal ini demi jurusannya sendiri juga. Tapi gag bisa maksa juga sih.

Dan akhirnya Ratnadi dan Dewa (wakilku di HMJ) yang mau. Makasi kawan..T_T.
Keduanya adalah dari angkatan 2008.

Persiapan dari lomba ini semua sudah diatur oleh mereka berdua. Tapi ku tetep berusaha bantu. bukti tanggung jawab sebagai ketua,Hehe..


Dalam lomba busana yang jadi fokus penilaian adalah
  1. Keserasian busana dan make up. Pasangan sebisa mungkin harus match satu sama lain. Pemilihan warna juga harus match dengan warna kulit. Intinya gag boleh norak.
  2. Performance. Gimana gaya kita di panggung. Gag boleh senyum masem. Harus tampil lepas .Apa adanya. Jangan kaku. Dan ketepatan terhadap waktu yang diberikan. Perlu adanya latihan untuk hal ini. Sedangkan pada lomba ini semua peserta baru latihan H-1 hari!
  3. Kelengkapan pakaian dengan apa yang disyaratkan. Semua ini dah diatur Dewa dan Ratnadi. Aku dari pihak HMJ hanya mampu membiayai 50rb dan itupun cuma bisa nolong di biaya make up doang. Masih terikaynya aku dengan AD/ART oranisasi yang mengharuskan adanya sisa uang kas sebesar 4,4 juta di akhir kepengurusan membuat aku harus berhati-hati dalam mengucurkan dana. Awalnya  aku bahkan ingin gag ngeluarin duit sepeserpun untuk acara ini ( dari tiga piliha lomba yaitu lomba gebogan, penjor,busana adat. Hanya lomba ini yang peluang keluar uang paling kecil) dengan biaya dibebankan ke angkatan muda (2009) namun gag jadi dengan pertimbangan mereka kan HMJ yang ngutus jadi sudah selayaknya kita yang membiayai. namun akhirnya tetep aja atas nama keadilan mereka mintak partisipasi nol sembilan. :-).
Dan akhirnya acara ini berlangsung dengan cukup lancar!!

Meski bolak-balik karena perubahan rencana yang mendadak. Kesasar saat nyari maem. Pakaian peserta yang gag match. Ekspresi kurang.Kalah massa. Tapi semua itu bukanlah suatu kendala yang berarti.

Thx for:
  • Sang Hyang Widhi Wasa, karena semua yang terjadi adalah karena kehendakmu.
  • Dewa dan Ratnadi yang mau merelakan diri mewakili kimia dalam lomba ini.
  • Henny, maaf kelamaan nunggu tadi. Kakak tidur jam 5 pagi, makanya bangun telat.Kamu ma orang lain gampang marah tapi ama kakak kamu sabar banget. makasi ya..
  • Andika, maaf mendadak mintak tolong jadi asisten peserta.
  • Shanti, mahasiswa kimia yang jadi panitia atas semua bantuannya saat persiapan tadi.
  • Wida dan Ika dari angkatan 09 sudah mau jadi suporter.
  • Semua keluarga besar kimia, apapun itu,makasi banget.
  • Panitia yang dah mau bikin lomba ini. Teruskan kreatifmu kawan
  • Terakhir, untuk para orang tua yang telah melahirkan kalian semua..
Semoga apapun yang kita lakukan sekarang berakhir baik pada akhirnya. Aztungkara.

Kamis, 18 Februari 2010

GEMPA

Teringat pada gempa beberapa hari lalu.

Belum hilang dari ingatan tentang gempa dasyat yang menggoyang haiti, kemudian gempa berlanjut ke California,Maluku,Taiwan , lalu Gorontalo dan kemudian terakhir Bali tempat tinggalku tercinta.

Sedikit info aja,gempa bumi itu terjadi karena begini dan begini.

Ini adalah teguran untuk saya atau kita semua mungkin. Maut ataupun musibah sangat dengan diri kita. Layaknya bergelantungan pada sehelai rambut,sekali goyang kita akan jatuh dan TAMAT.
Berikhlaslah padaNya.

Namun di saat niat aku bertobat,tekadku sembahyang makin memudar.

Jumat, 12 Februari 2010

Pengalaman Hari Itu


Pertemuan kedua kalinya dengan bule malam kemarin saat ngenet di KFC Jmbaran memberikan saya sebuah pelajaran. Menguasai bahasa Inggris itu sangat penting. Minimal kita dapat berkomunikasi dengan orang selain yang berasal dari daerah yang sama dengan kita. Tapi saya yang dasar orangnya memang sangat pesimis jadi berpikir bahwa dengan orang-orang yang satu bahasa saja masih susah ngomong apalagi dengan bule. Namun kebanyakan bule yang melancong ke Bali sifatnya lebih bersahabat dari penduduk local. Mereka lebih ramah dan tidak segan-segan bersahabat kepada kita. Disini untungnya bila kita mampu berkomunikasi dengan mereka. Kita akan dapat ilmu lebih dari mereka. Menambah pengalaman dan teman. Syukur-syukur dapet koneksi baru yang akan mempermudah dalam membantu hidup kita kedepannya.
Dan karena itulah saya merasa rugi besar setelah pengalaman saya itu serta 2 hari yang lalu pula. Saya harus fasih berbahasa asing minimal bahasa Inggris sama seperti orang lain. Mereka saja bisa kenapa saya tidak. Saya akan berusaha keras untuk belajar. Masih ada waktu. Akan saya lawan sifat malas yang selama ini menggrogoti diri ini.
Pengalaman dengan bule tidak berakhir disitu saja. Di facebook, saya baru saja berteman dengan seseorang yang mengaku berasal dari Mumbai (india). Awalnya saya senang memiliki sahabat dari nagri. Namun kendala bahasa lagi-lagi menjadi kendala! Ditambah saat dia menawari bermain Mafia Wars dengannya, saya menolak sebab saya memang tidak mengerti cara mainnya.
Pesan bijak untuk situasi ini: gag da ruginya kita belajar banyak hal meski saat itu kita belum merasa butuh dengan hal itu karena suatu saat nanti itu pasti akan berguna. Jangan langsung ditolak.
Karena dulu, banyak sekali teman di FB menawari permainan itu namun belum saya terima. Belum ada ketertarikan akan hal itu. Mengapa saya harus menerimanya? Ekspetasi saya kurang banget kesana. Namun kini saya dapatkan jawabannya.
Jadi teringat sebuah film yang berjudul Yes Men yang mengajarkan tentang manfaat selalu mengatakan �iya� pada segala hal namun pada endingnya mengajarkan kita bahwa tidak ada yang pasti antara �iya� dan �tidak� namun yang ada hanyalah kemungkinan.
Jadi PR untuk saya adalah: belajar serius bahas Inggris dan selalu �mungkin� untuk melakukan sesuatu yang ditawarkan atau bahkan selalu melakukan sesuatu itu.
- - - - - - -
Fiuh..
Bersyukur masih diberi kesempatan sembahyang olehNya Meski kadang telat. Menghadap kepadaNya. Semoga doa saya diterima. Amin.
Karena apa yang terjadi padaku hari ini pasti ada benang merahnya..
Seperti kayak Bule>bahasa inggris>masa depan>india>hindu>agama>tuhan. Hm�
- - - - - - -
 Disaat banyak tugas dan pekerjaan yang makin numpuk dan harus segera dikerjakan untuk diselesaikan,pikiran masih terbebani dngan kesalahan akan dosa itu.

Kamis, 11 Februari 2010

Mohan Pengampunanmu ya Tuhan


Mungkin sudah muak engkau mendengar janjiku. Melihat aku terus berharap padamu. Bernegosiasi denganMu dari setiap salahku. Dan kali ini aku melakukan dosa lagi,
Kau mengujiku.Tidak berat memang. Tapi semakin berat saat aku melakukan salah itu. Apa yang bisa aku gunakan sebagai jaminan agar tak ada hukuman untukku.
Q berharap ini gag akan sia-sia. Kalau ini memang jadi yang terakhir aku meminta,ya sudahlah. Semoga ini jadi titik balik hidupku.

Tuhan.....
Bila enkau memberi keajaiban. Pengampunan pada diri hina ini. Aku bersumpah! Akan menghadap kepadamu. Tiga kali setap hari. seperti yang memang harus ku lakukan tapi telah aku abaikan dengan khilafku. Ku akan memujamu lebih dari umatmu yang lain. Apapun kondisi dan situasiku tak akan membuatku absen menghadapmu.

Dan janji ini bisa kau pegang ya Tuhan. Tak akan pernah aku ingkari seperti aku ingkar dengan janji-janjiku yang dulu. Aku mohon tuhan. Semua yang terjadi padaku adalah baik karenamu.

Selasa, 09 Februari 2010

budha cemeng klawu

Cuma mau ngucapin  
selamat hari budha cemeng klawu buat agama hindu di Bali.

Semoga makin bijak menggunakan uang. menghargai keberadaan uang itu.

mau tahu lebih dalem...

 
Pulsating Superman Logo Pointer